RAMALAN SUKU MAYA

RAMALAN SUKU MAYA

Ramalan Bangsa Maya mengatakan : Akhir dunia akan ditandai dengan perselisihan dan perang nuklir

Dalam Berbagai Ajaran Agama, semua yang bermula pasti akan berakhir. Seperti halnya ada siang akan diikuti oleh malam, adanya sehat pasti akan diikuti datangnya sakit dan adanya sifat jahat pasti akan diimbangi oleh kebaikan. Tinggal bagimana kit amenyikapi semua hal tersebut untuk tetap menjaganya sesuai dengan kehidupan seperti apa yang kita inginkan.

Ada sebuah cerita dan ramalan menarik yang dapat diambil dari setiap ajaran agama dan ramalan para ahli sufi. Dalam mitos-mitos kuno, setiap masa atau kaum memiliki era dan kepercayaan bagimana dunia akan berakhir. Namun disetiap waktunya ramalan tersebut menjadi satu hal yang patut diperhitungkan dan mana yang benar. Menurut para ahli arkeolog, Ramalan Nostradamus dan Para Sufi Bangsa Mayalah yang paling tersohor.

Kalender Bangsa Maya hingga saat ini disebutkan adalah kalender yang paling akurat yang pernah ada di bumi. Sudah banyak kejadian dan fenomena mereka kumpukan dan diterangkan dalam sebuah simbol-simbol dan karakter untuk meramal kehidupan budaya dan akhir jaman. Salah satunya perhitungan kalender menyebutkan bahwa tepatnya tanggal 21 Desember 2012, merupakan “End of Times”. Maksud kata ini masih banyak diperdebatkan oleh para ilmuwan dan arkeolog namun makna tersebut salah satunya dimaknai sebagai berakhirnya kehidupan manusia di bumi.

Seperti mengingat kisah nabi Nuh (Noah), pada saat itu, seluruh kehidupan manusia telah musnah. Akibat sebuah bencana yang disebut karena azab, hanya umat nabi Nuh yang hidup dan selamat. Tidak hanya sekali itu, menurut catatan sejarah tlah sebanyak 81 kali kehidupan dibumi membuat seperti siklus. Kehidupan satu muncul dan khiudpan lainnya dihancurkan. Akankah kehidupan manusia di lima tahun mendatang musnah?

”Ketika ramalan demi ramalan saya artikan tersembunyi sebuah makna bahwa perang dunia ketiga akan segera terjadi,” kata Doktor Michael Ratherford seoarang arkeolog yang mempelajari manuskrip Nostradamus sejak 1975. Selanjutnya kisah yang ia tangkap dari ramalan tersebut ditulisnya dalam bentuk buku yang berjudul The Nostradamus Code: World War III.

Tumpukan manuskrip yang ditulis oleh Michel de Nostradame, atau lebih dikenal Nostradamus (1503-1566) itu ditemukan oleh anggota dari Italian National Library di Roma. Temuan besar pada Mei 2005 tersebut memberikan makna yang lebih besar sekarang dengan sebutan The Nostradamus Code. Untuk memahaminya, Ratherford menggunakan sebuah teknik analisa seni dan bilangan alogaritma. Data yang dihasilkan dapat dianalisis dalam waktu 10 menit. Dalam buku disebutkan permusuhan dan perkelahian akan berkecamuk dan perang dunia ketiga akan terjadi.

Salah satu terpanas yang saat ini sedikit menyingggung dan benar-benar menjadi tanda dibahas dalam BAB empat buku tersebut. BAB tersebut membahas kapan waktu permasalahan timbul. Dalam syair ke 3 dan 4 Nostradamus Code menyebutkan pada abad ke 20 perselisihan akan banyak terjadi. Pemimpin yang gila meluncurkan bom nuklir ke daerah Mediterania dan Eropa. Selama periode kegelisahan tersebut pemimpin negara di Timur Tengah mampu mendapatkan senjata nuklir. Dia kemudian melakukan sesuatu hal yang kecil dan tidak akan ragu lagi menggunakan senjata untuk peperangan.

Selain itu dalam syair ke 67 disebutkan sumber bencana seperti gunung api, gempabumi, banjir dan musim kekeringan akan semakin dirasakan oleh seluruh umat manusia. Bencana-bencana tersebut akan menyebabkan pertikaian semakin besar dan konflik sosial semakin parah. Amerika disebutkan akan mengalami kondisi yang paling parah terhadap bencana alam seperti gempabumi dan banjir. Pada waktu itu kondisinya akan penuh konflik, keputusasaan dan kesengsaraan. Akibat bencana yang besar tersebut Amerika akan Bangkrut dan struktur politik serta sosialnya melemah.

Tanda lain yang disebutkan dalam syair ke 23 dan 81 disebutkan bahwa kepercayaan anti terhadap keberadaan Tuhan akan kembali meningkat di Timur Tengah. Kepercayaan ini kemudian akan merambah keberbagai penjuru seperti Eropa, dan Wilayah Mediterania. Tanda lainnya adalah untuk negara ke tiga dunia, para pemimpinnya akan saling berselisih. Selain itu masih banyak lagi sumber masalah yang menjadi tanda perang dunia ke tiga untuk menuju akhir dunia.

”Rangkuman dalam buku ini hampir sama penggambarannya seperti dalam kepercayaan Tuhan yang terangkum di umat nabi Musa, di Injil atau Islam,” kata Ratherford. Dalam sampel buku yang diterbitkannya tersebut ia tidak menyebutkan apakah Nostradamus menyebutkan waktu akhir dunia seperti bangsa Maya atau tidak. Namun setiap BAB yang diterangkannya bahwa keterangan kapan akhir dunia ini akan terjadi sudah sangat dekat.

Pemusnahan Berkali-kali

Didalam beberapa mitologi-mitologi kuno bahwa bumi ini pernah dilanda banjir dahsyat yang mengerikan, hampir semua peradaban-peradaban zaman dulu ada cerita tentang bencana yang satu ini, misalnya diantara lebih dari 130 suku Indian di Benua Amerika hampir tidak ada suku yang tidak memitoskan banjir dahsyat sebagai topik.

Mari ingat Kisah Nabi Nuh (Noah). Dikisahkan didalam Al-Qur’an maupun Bible, bahwa seluruh peradaban manusia pada saat itu musnah, terkecuali bagi orang-orang yang percaya pada ajaran Tuhan yang disampaikan oleh Nabi Nuh yang selamat dari bencana air bah yang maha dahsyat itu.

Di sekitar pedalaman kaki Gunung Himalaya, Tibet misalnya, orang-orang menjumpai sebuah suku, keturunan dan rupa mereka hampir mirip dengan orang Yunani. Konon katanya, mereka adalah orang-orang yang beruntung masih hidup atas peristiwa banjir yang dahsyat itu.

Pada tahun 1986, kantor berita pemerintah Turki menyatakan bahwa 5.200 meter di atas permukaan laut puncak gunung (Ararat), telah ditemukan sebuah benda yang mirip dengan perahu Nabi Nuh yang berbentuk persegi empat, lalu mengambil gambarnya dari angkasa, dan panjang perahunya sesuai dengan yang dicatat dalam kitab suci.

Adalah sebuah artikel menarik, menurut penuturan dari Master Li Hongzhi (pendiri Falun Gong/Falun Dafa) dalam buku Zhuan Falun Ceramah I halaman 22. Beliau menuturkan bahwa peradaban dimuka bumi ini setidaknya telah dihancurkan kurang lebih sebanyak 81 kali mengalami kemusnahan total.

Lalu kenapa manusia bisa mengalami bencana itu? Mitologi dari setiap negara mempunyai penjelasan yang sama terhadap hal ini. Semua ini dikarenakan kemerosotan dan kebejatan manusia, lalu Sang Penguasa Alam Semesta memutuskan untuk menghukum manusia.

Dikisahkan pada zaman nabi-nabi terdahulu, ada yang disebut sebagai zaman edan dan zaman fitrah kembali, sehabis zaman edan akan kembali lagi ke zaman fitrah sampai saatnya tiba alam semesta ini benar-benar akan dihancurkan secara keseluruhan.

Ketika suatu zaman dimana manusia telah menunjukkan kemerosotan moral yang luar biasa (zaman edan), Sang Pencipta memutuskan untuk mengakhiri peradaban tersebut dengan mengirimkan beberapa bencana besar yang akhirnya mengakhiri kehidupan dimuka bumi pada saat itu.

Hanya beberapa oranglah yang disisakan untuk memulai peradaban baru selanjutnya. Pada waktu peradaban baru ini lahir, hati orang-orang yang berhasil terselamatkan tersebut kembali dalam keadaan bersih/fitrah (setelah bertobat) karena telah disadarkan oleh rentetan bencana mengerikan yang menimpanya dimasa silam.

Pada saat ini, dimana tanda-tanda zaman edan telah dapat terlihat dengan begitu jelas, mungkin kembali saatnya peradaban pada saat ini harus kembali diakhiri, dan akan digantikan dengan sebuah peradaban baru yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sebelumnya. (mungkin manusia-manusia yang akan datang akan mengenal sisa-sisa peradaban kita sebagai sebuah peradaban maju yang hilang ditelan masa, seperti halnya kisah mengenai peradaban Atlantis dan Lemuria yang tenggelam dimasa silam).

Tahun 2012 Bumi akan dihancurkan kembali?

Pada sistem penanggalan didalam Kalender Bangsa Maya/Maya Calendar yg merupakan kalender paling akurat hingga kini yg pernah ada di bumi. (Perhitungan Maya Calendar dari 3113 SM sampai 2012 M), mereka (Bangsa Maya) menyatakan pada tahun 2012, tepatnya tanggal 21 Desember 2012, merupakan “End of Times”. Maksud dari “End of Times” itu sendiri masih diperdebatkan oleh para ilmuwan, dan arkeolog.

Ada yang menyatakan bahwa maksudnya adalah :

1. Berhentinya waktu (bumi berhenti berputar)
2. Peralihan dari Zaman Pisces ke Aquarius
3. Peralihan dari Abad Silver ke Abad keemasan
4. End of Times = End of the World as we know it
5. Akan ada sebuah galactic Wave yang besar, yang memberhentikan semua kegiatan di muka bumi ini, termasuk kemusnahan manusia
6. Perubahan dari dimensi 3 ke dimensi 4, bahkan 5
7. Kehidupan manusia meningkat dari level dimensi 3, ke 4, DNA manusia meningkat dari strain 2 ke 12, sehingga manusia dapat menggunakan telepati bahkan telekinesis
8. Ada yang menyatakan tidak akan terjadi apa-apa
9. Ada yang menyatakan waktu sudah tidak akan berlaku, jadi waktu tidak linear, tetapi bisa berubah-ubah, sesuai dengan waktu yang kita alami, karena ditemukannya mesin waktu
10. Ditemukannya mesin waktu dan stargate
11. Manusia sudah dapat melakukan transportasi ke galaxi lain, melalui stargate
12. Bangkitnya messiah, yang akan menyelamatkan manusia dari kehancuran
13. Kebangkitan Isa AS / Jesus
14. First Contact pertama kali peradaban manusia dengan Alien/UFO
15. Manusia bergabung dengan komunitas antar galaxi pertama kali, manusia = galaxy being

Dalam kalender bangsa Maya yang sangat tersohor itu, diramalkan bahwa pada periode 1992-2012 bumi akan “dimurnikan”, selanjutnya peradaban manusia sekarang ini akan berakhir dan mulai memasuki peradaban baru.

Dalam sejarah peradaban kuno dunia, bangsa Maya dikenal menguasai pengetahuan tentang ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran abstrak yang tinggi. Kesempurnaan dan akurasi dari pada penanggalannya membuat orang takjub.

Sekelompok masyarakat yang misterius ini tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang (Yucatan) Guetemala, bagian utara Belize dan bagian barat Honduras. Banyak sekali pyramid, kuil dan bangunan-bangunan kuno yang dibangun oleh Maya yang masih dapat ditemui di sana. Banyak juga batu-batu pahatan dan tulisan-tulisan misterius pada meja-meja yang ditinggalkan mereka.

Para arkeolog percaya bahwa Maya mempunyai peradaban yang luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari peninggalannya seperti buku-bukunya, meja-meja batu dan cerita-cerita yang bersifat mistik. Tetapi sayang sekali buku-buku mereka di perpustakaan Maya semuanya sudah dibakar oleh tentara Spanyol ketika menyerang sesudah tahun 1517. Hanya beberapa tulisan pada meja-meja dan beberapa system kalender yang membingungkan tersisa sampai sekarang.

Seorang sejarahwan Amerika, Dr. Jose Arguelles mengabdikan dirinya untuk meneliti peradaban bangsa ini. Ia mendalami ramalan Maya yang dibangun di atas fondasi kalender yang dibuat bangsa itu, dimana prediksi semacam ini persis seperti cara penghitungan Tiongkok, ala Zhou Yi. Kalendernya, secara garis besar menggambarkan siklus hukum benda langit dan hubungannya dengan perubahan manusia.

Dalam karya Arguelles, The Mayan Factor: Path Beyong Technology yang diterbitkan oleh Bear & Company pada 1973, disebutkan dalam penanggalan Maya tercatat bahwa sistim galaksi tata surya kita sedang mengalami ‘The Great Cycle’ (siklus besar) yang berjangka lima ribu dua ratus tahun lebih. Waktunya dari 3113 SM sampai 2012 M. Dalam siklus besar ini, tata surya dan bumi sedang bergerak melintasi sebuah sinar galaksi (Galatic Beam) yang berasal dari inti galaksi. Diameter sinar secara horizontal ini ialah 5125 tahun bumi. Dengan kata lain, kalau bumi melintasi sinar ini akan memakan waktu 5125 tahun lamanya.

Orang Maya percaya bahwa semua benda angkasa pada galaksi setelah selesai mengalami reaksi dari sinar galaksi dalam siklus besar ini, akan terjadi perubahan secara total. Orang Maya menyebutnya, penyelarasan galaksi (Galatic Synchronization). Siklus besar ini dibagi menjadi 13 tahap, setiap tahap evolusi pun mempunyai catatan yang sangat mendetail. Arguelles dalam bukunya itu menggunakan banyak sekali diagram-diagram untuk menceritakan kondisi evolusi pada setiap tahap. Kemudian setiap tahap itu dibagi lagi menjadi 20 masa evolusi. Setiap masa itu akan memakan waktu 20 tahun lamanya.

Dari masa 20 tahun antara tahun 1992-2012 itu, bumi kita telah memasuki tahap terakhir dari fase Siklus Besar, bangsa Maya menganggap ini adalah periode penting sebelum masa pra-Galatic Synchronization, mereka menamakannya: The Earth Generetion Priod (Periode Regenerasi Bumi). Selama periode ini bumi akan mencapai pemurnian total. Setelah itu, bumi kita akan meninggalkan jangkauan sinar galaksi dan memasuki tahap baru: penyelarasan galaksi.

Pada 21 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia kali ini, dalam perhitungan kalender Maya. Sesudah itu, umat manusia akan memasuki peradaban baru total yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sekarang. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas bumi, bagaikan membuka sebuah “Pintu Langit” saja bagi umat manusia.

Mulai 1992, bumi memasuki apa yang oleh bangsa Maya disebut ‘Periode Regenerasi Bumi”. Pada periode ini, Bumi dimurnikan, termasuk juga hati manusia, (ini hampir mirip ramalan orang Indian Amerika-Utara terhadap orang sekarang ini), subtansi yang tidak baik akan disingkirkan, dan substansi yang baik dan benar akan dipertahankan, akhirnya selaras dengan galaksi (alam semesta), ini adalah singkapan misteri dari gerakan sistem galaksi kita yang diperlihatkan oleh bangsa Maya.

Sejak tahun 1992 sampai 2012 nanti, bagaimana terjadi “pemurnian” dan bagaimana pula terjadi “regenerasi” pada bumi kita ini, tidak disebutkan secara detail oleh bangsa Maya. Dalam ramalan mereka pun tidak menyinggung tentang apa hal konkret yang memberikan semangat manusia untuk bangkit dari kesadaran dan bagaimana bumi mengalami permurnian, yang ditinggalkan oleh mereka kepada anak cucunya (barangkali tidak tercatat). Lantas, fenomena baru apa yang sudah bisa kita lihat sejak tahun 1992 sampai sekarang yang bisa kita kaitkan dengan ramalan bangsa Maya yang beradab itu?

Mungkin sudah diatur, bahwa kalender Maya tidak hilang dan sejarah manusia, dan harus diuraikan dengan kode oleh manusia sekarang. Namun ia tetap saja harus dilihat, apakah umat manusia yang terpesona oleh konsepsinya yang terbentuk sesudah kelahiran dapat menembus batas-batas untuk mengingatkan dan memahami kebenaran yang melampaui sistim pengetahuan kita.

Sebenarnya, jika ditinjau dari beberapa penelitian yang telah dilakukan saat ini. Memang pada beberapa dua dasawarsa belakangan ini, bumi sedang mengalami suatu siklus yang dinamakan pembalikan daya magnet kutub.

Pembalikan daya magnet kutub adalah proses yang terjadi pada waktu kutub utara dan kutub selatan saling bertukar posisi. Ketika ini terjadi, untuk beberapa saat medan magnet bumi mencapai Gauss nol, yang berarti bumi pada waktu itu punya daya magnet nol. Ketika ini terjadi bersamaan dengan perbalikan orbit sebelas tahunan kutub matahari, masalah besar akan terjadi.

Menurut perhitungan computer Hyderabad, pembalikan kutub Bumi dan Matahari dapat mengakibatkan masalah besar selain elektronik tidak bekerja dengan semestinya, burung yang bermigrasi kehilangan haluan, dan bermacam macam:

1. Sistem ketahanan tubuh semua hewan dan termasuk manusia akan banyak melemah.
2. Lapisan luar bumi akan mengalami pertambahan gunung berapi, pergerakan tektonik, gempa bumi, dan tanah longsor.
3. Medan magnet Bumi akan melemah dan radiasi alam semesta berasal dari matahari bertambah berlipat ganda mengakibatkan bahaya radiasi seperti kanker dan sebagainya tidak dapat dihindari
4. Benda-benda angkasa akan tertarik masuk ke Bumi
5. Daya gravitasi Bumi akan mengalami perubahan meskipun tidak diketahui bagaimana ia akan berubah.

Jika anda menambahkan semua skenario bencana yang mungkin terjadi, anda dapat dengan mudah mengatakan dengan kalimat sederhana ini, Bumi dapat menjadi tempat yang tidak cocok untuk ditinggali peradaban manusia pada 2012 ataupun mereka yang hidup dekat lapisan luar bumi. Hal ini mungkin saja dapat terjadi pada Mars jutaan tahun yang lalu.

Mungkin benar adanya apa yang dikatakan Bangsa Maya mengenai kehancuran perdaban manusia di tahun 2012 esok, hal tersebut tentunya dapat kita lihat dari sifat-sifat manusia zaman sekarang yang bagaimana moralnya, kelakuan telah sangat merosot dan alam-pun kelihatannya semakin tidak bersahabat dengan kita.

Di Indonesia sendiri seorang peramal mengatakan, “pada tahun 2012 nanti jumlah penduduk di Indonesia ini tinggal 40%”. Lalu ketika ditanya apa penyebabnya,dia menuturkan, “pada tahun itu sebuah bencana besar akan melanda Bumi secara Global, mungkin pada setiap negara nantinya hanya menyisakan 30%-40% kehidupan untuk kembali membangun kehidupan baru”.

Ramalan serupa juga diutarakan oleh Beberapa Biksu di Tibet yang terkenal dengan penguasaan clairvoyance-nya yang sangat baik. Mereka mengatakan pada awal tahun 2012 merupakan tahun paling mendebarkan bagi umat manusia di muka Bumi, dimana pada permulaan tahun, beberapa fenomena aneh akan banyak bermunculan. Namun dalam penutupnya, Para Biksu mengatakan Bumi akan terselamatkan oleh sebuah kekuatan besar yang melindungi mereka secara kasat mata, sehingga memungkinkan peradaban manusia tidaklah sepenuhnya musnah.

Pada 10 tahun belakangan ini Master Li Hongzhi mengajarkan prisip karakter alam semesta “Zhen-Shan-Ren” (Sejati-Baik-Sabar) yang berefek untuk memurnikan hati manusia dan alam ini. Dalam waktu singkat pengikut latihan kultivasi jiwa dan raga ini telah lebih mencapai dari 200 juta orang yang tersebar lebih di 60 negara. Melalui kultivasi yang terus menerus latihan ini dapat menyapai tujuan menggantikan sel-sel tubuh manusia dengan materi energi tinggi dengan meningkatkan moral manusia sesuai dengan karakter alam semesta.

Tidak ada seorangpun yang bisa meramalkan kapan tepatnya kiamat itu datang. Tapi dilain sisi, akan ada regenarasi suatu peradaban yang diramalkan para Orang Bangsa Maya ditahun 2012 nanti. Ini bukanlah suatu kehancuran Alam semesta secara keseluruhan (Jadi belum bisa diartikan kiamat yang sebenarnya), mungkin nantinya secuil para manusia-manusia yang terselamatkan dari bencana akan kembali membangun tonggak peradaban baru yang lebih baik dan lebih bermoral daripada kita.

Kalender Maya

Dalam salah satu hadis Nabi Muhammad SAW yang dirawikan HR Muslim menyatakan: “Barangsiapa yang mendatangi ‘arraaf (tukang ramal) dan menanyakan sesuatu kepadanya, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari”.
Wew.. saya ga bermaksud membawa soal agama ke blog ini, tapi itu buat intermezo aja bagi anda yang muslim. Saya ga bermaksud untuk mengajak anda percaya kepada ramalan, tapi saya ga bisa mengelak,, bahwa saya tertarik dengan ramalan.. habisnya kadang-kadang suka lucu, apalagi soal ramalan cinta,, kok bisa tepat gitu ya?? hehe
Sekitar beberapa minggu yang lalu, saya pernah baca ramalan suku maya di salah satu forum (tapi udah lupa linknya.. sial deh), ramalan tersebut berakhir pada tahun 2012.. banyak yang bilang klo 2012 itu kiamat.. coba aja deh tanya gugel..
Ketika saya blog walking, saya nemu artikel tentang ramalan suku maya ini, tepatnya sih bukan ramalan kali ya.. tapi kalender suku maya. Artikel yang saya maksud adalah: Keberadaan planet X (Nibiru) dan pengaruh thd Bumi
Bangsa Maya menggabungkan perhitungan Matahari, Bulan dan satu planet yaitu Venus, butuh pengetahuan astronomi tinggi utk menggabungkan venus dalam perhitungan penanggalan mereka! Mereka mengenal konsep long count (penanggalan jauh) yg membagi zaman menjadi lima siklus (1 siklus = 5.125,36 tahun) dan masa kita adalah zaman ke lima (siklus terakhir).

Kalender suku Maya
Berarti pengetahuannya astronominya luar biasa ya.. Nah menurut kalender suku maya ini, tiap 3600 tahun sekali (tepatnya 3661 tahun) ada yang sebuah planet yang berpapasan dengan bumi, dan tentunya memberikan efek tertentu bagi bumi (tapi berupa bencana bagi manusia).
Tercatat tahun 1650 SM terjadi keruntuhan2 peradaban2 besar secara bersamaan dibarengi munculnya peradaban baru dg tiba2 pula!
• Jatuhnya Kerajaan Pertengahan Mesir kuno,
• terjadi zaman kegelapan Mesopotamia,
• munculnya kerjaan Hittie tiba2 di Anatolia,
• runtuhnya Harrapan di India,
• runtuhnya peradaban Minoan,
• munculnya tiba2 peradaban Olmec,
• runtuhnya dinasti Xia di Cina
.. semua terjadi pada 1650 SM.
Periode masih terus berjalan, mundur ke masa sebelumnya tercatat:
• Sekitar 3150 SM – terjadinya air bah (setelah bencana ini sejarah peradaban2 kuno dimulai)
• Sekitar 5310 SM – Efek pendinginan iklim tiba2 pada periode Holocene
• Sekitar 8900 SM – Pemanasan global dan pencairan kutub yg cepat dan tiba2 pada masa interglacial period
• Sekitar 12.600 SM – Pergeseran kutub bumi atau polar shift.. efeknya mengerkan dilihat dari fosil mamoth yg membeku tiba2 dengan makanan masih ada diperut belum terproses yg juga terawetkan
Semua sekitar 3661 th sekali…!
Dan masa kedatangan lagi planet ini pada tahun 2012
Serem ya, itu baru perkiraan aja sih.. bukan ramalan.
Di forum tempat saya nongkrong, saya baca tentang thread yang ngebahas ramalan.., yup ramalan ini adalah ramalan Jucelino. Ramalan ini menggambarkan masa depan. Ini linknya.
Saya males copy-paste ramalannya ke sini, coz panjang banget… tapi yang menarik dari ramalan ini adalah:
Tahun 2011
-Penelitian metode penyembuhan penyakit kanker berhasil dengan sukses, akan tetapi jenis penyakit baru lainnya bakal muncul.
-Wabah beracun yang mematikan bakal muncul, dinamakan ALS (red.: terjemahan harfiah, belum tentu akurat) yang menyebabkan kehilangan kekebalan tubuh, apabila terjangkit penyakit tersebut dalam tempo 4 jam bakal meninggal.
-Flu burung jenis H5NI mulai resmi menyerang umat manusia, hingga tahun 2013 terdapat sekitar 73.000.000 orang tewas karena virus ini.
Tahun 2012
-Oleh karena perluasan area kebakaran ladang sewaktu musim kekeringan, gurunisasi dimulai, antara tahun 2015 – 2020 rimba belantara Amazon bakal lenyap.
-Mulai 6 Desember langit berubah memasuki jaman awan hitam, disebut sebagai kabut pekat karena cuaca.
-Oleh karena tersebar luasnya penyakit menular umat manusia mulai punah.
Tahun 2014
Planet kecil perlahan-lahan mendekati bumi dan ada kemungkinan bertubrukan dengan bumi, eksistensi planet kecil ini mempengaruhi permasalahan tentang timbul tenggelamnya umat manusia di bumi.
kalimat terakhir untuk tamalah tahun 2012: “…umat manusia mulai punah”. Duh, lagi-lagi serem. Tapi bukan itu yang mau saya bahas.., tapi ada (sedikit) persamaan antara kalender suku Maya dan ramalan Jucelino. Dalam kalender suku Maya dipekirakan tiap 3650 taun sekali bumi bakal berpapasan dengan planet lain (berikutnya sekitar tahun 2012) dan akibatnya terjadi bencana yang mengancam hampir seluruh manusia. Sedangkan menurut Jucelino, sekitar tahun 2012 tersebut,, umat manusia terancam oleh dampak pemanasan global dan wabah penyakit baru..
Intinya, ada ancaman yang menunggu manusia di beberapa tahun mendatang, yakni sekitar tahun 2012.. bisa jadi 2011, atow mungkin 2013, atow 2014. Btw, kata ramalannya Jucelino taun 2014 ada planet kecil yang perlahan mendekati bumi, jangan2 planet ini yang dimaksud oleh kalender suku maya… ah.. tau ah, pusing, kuliah gw semester ini ancur
Pelajaran yang saya peroleh adalah: Kiamat tentu semakin dekat, ga mungkin semakin jauh. Dan bencana/musibah bisa datang tanpa diundang, kapan saja dan dimana saja. Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan amal dan perbuatannya, oleh karenanya mulai sekarang, perbanyaklah berbuat kebaikan.
Oh iya, sekedar nambahin juga, waktu saya gugling soal Jucelino, saya nemu artikel ini: Thank You Jucelino Nobrega Da Luz. Coba deh baca juga, kok bisa tepat ya ramalannya.. heuheuheu

Suku Maya Menampik Ramalan Kiamat 2012
Iswardani

Apolinario Chile Pixtu

Artikel Terkait
• Antisipasi 2012, Perusahaan AS Bangun Bunker Kiamat
• NASA Luncurkan Halaman Situs Bantahan Kiamat 2012
13/10/2009 15:44
Liputan6.com, Mexico City: Saat ini tengah santer kabar tentang kehancuran bumi yang disebutkan akan terjadi pada 12 Desember 2012. Bahkan sebuah film berjudul “2012” yang diklaim didasarkan pada analisis ilmiah tengah akan segera diputar. Salah satu alasan yang paling sering disebut adalah adanya perhitungan menurut kalender Suku Maya bahwa pada tahun tersebut akan terjadi kiamat yang ditandai kerusakan dahsyat di bumi. Benarkah?

Meski mengatasnamakan ramalan Suku Maya, baru-baru ini Apolinario Chile Pixtun, tetua Suku Maya justru menampik. Ia mengatakan hal tersebut hanya gambaran orang-orang Barat dan bukan berasal dari suku mereka. Bahkan jika sukunya ditanyakan apakah mengerti benar hal tersebut, mereka justru tidak mengetahuinya. Keraguan ini diperkuat dengan data pada stone tablet (tablet batu), yang menjadi dasar argumentasi kiamat, tidak terbaca semua karena ada bagian yang terlewatkan. Hal serupa juga dikatakan David Stuart, seorang peneliti Suku Maya dari Universitas Texas, Amerika Serikat. Baginya, ramalan kiamat 2012 tak berdasar. “Suku Maya tidak hendak mengatakan dunia akan berakhir, namun sekadar merekam ulang tahun penciptaan,” ujarnya.

Namun, kabarnya, suku Maya masih menyimpan satu lagi rahasia, yaitu seputar perubahan jajaran bintang setiap 25.800 tahun. Pada saat itu, matahari akan sejajar dengan pusat Galaksi Bima Sakti dan itu akan terjadi pada tanggal 21 Desember 2012. Sejumlah astronom mengatakan fenomena tersebut tak akan banyak berpengaruh pada bumi, tapi astronom lain tak sependapat, mereka mengatakan banyak pengaruh yang akan terjadi pada bumi jika fenomena itu terjadi. “Jika kita ingin menghormati apa yang dipikirkan Suku Maya, kita akan mengatakan Suku Maya memandang tahun 2012 sebagai siklus akhir dan masa transformasi kembali,” kata John Major Jenkins, seorang penulis.

Meski demikian, orang yang pertama kali membahas masalah ini Brasseur de Bourbourg mengatakan, Barat telah banyak menyematkan skenario kehancuran bumi pada Suku Maya, meski jarang menguji kenyataan saat ini dengan prediksi tersebut. Jika demikian mana yang benar?(YUS)

NIBIRU ( ramalan suku maya )

Merapatlah ketanah titisan sumeria,
Berbaringlah diantara kerangka purba.
Selesaikan apa yang kita mulai disana,
Pertanggung jawabkan yang kita janjikan.
Ketika mata berapi-api…
Hujan salju akan menimpa gurun pasir.
Kaki lelah menunggu permadani…
Karna samudera telah menjadi petir.
Nibiru mengintai untuk memangsa bumi,
hanya dalam waktu 7 hari…
Nyanyian bidadari bagai lantunan rhapsody,
Menyambut tentara langit dengan planet mini.
Tak ada tempat bersembunyi,
selain menyusupkan doa diantara suara.

Suku Maya Pernah Menetap di Indonesia?
Penilaian Pembaca: / 74
Buruk Terbaik
Ditulis Oleh Dewi Puspasari
28-01-2009,
Halaman 1 dari 2
Hubungan antara Suku Maya dan Asia menarik minat sejumlah sejarahwan dan antropolog. Pasalnya, candi-candi yang terletak di kompleks Chichen Itza mirip dengan candi di Asia. Bahkan, ada pula yang persis dengan yang dimiliki Indonesia. Lantas, bagaimana para ahli menjelaskan adanya persamaan antara bahasa Jepang dan Bahasa Maya. Apakah Suku Maya dan Asia berasal dari satu nenek moyang? Ataukah mereka pernah menetap di Asia, termasuk Indonesia?

Kompleks candi suku Maya di Chichen Itza dibangun sekitar tahun 502-522 Masehi. Ia merupakan bangunan peninggalan Suku Maya yang paling lengkap dan terawat dengan baik. Kompleks candi ini cukup luas dan tiap candi terpisah satu sama lain. Di tengah-tengah berdiri Candi El Castilo yang bentuknya menyerupai piramida dengan atap terpancung. Yang mengherankan, Candi El Castilo mirip dengan Candi Sukuh di Kabupaten Karanganyar, Jawa tengah.

Candi Sukuh sendiri terletak di sisi barat Gunung Lawu, tepatnya di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah. Bangunan yang ditemukan pada tahun 1815 ini dibangun pada abad XV. Awalnya, candi ini dianggap bercorak Hindu dengan adanya relief lingga yoni yang melambangkan kesuburan. Namun, melihat bangunannya lebih mirip dengan punden berundak yang umum pada masa megalitikum. Candi yang terletak di tempat yang sunyi ini hingga sekarang masih menyimpan misteri dan menjadi bahan perdebatan para sejarahwan nasional.

Tentang keterkaitan candi Suku Maya dan Indonesia pernah menjadi bahan penelitian Prof. Gualberto Zapata Alonzo. Dalam bukunya bertajuk An Overview of The Mayan World yang terbit di Yucatan, Meksiko tahun 2002, Prof Alonzo menyebutkan, seni dan kesadaran beragama Suku Maya memiliki persamaan dengan India, Indocina dan Indonesia.

Candi Tikal di Guatemala ada kesamaan dengan piramida Naksei Chan Crong di Angkor, Kamboja. Begitu pula dengan Candi di Paleque, Meksiko. Candi itu mirip dengan Candi Ajanata di India. Selain itu, simbol-simbol agama dan mitos binatang Suku Maya mirip dengan di Jawa dan Indocina. Dalam Mahabharata dan Ramayana terdapat pula suku dengan panggilan Maya. Bahkan, pada agama Hindu terdapat dewa bernama Maya.

Alonzo dalam bukunya juga mencatat keheranan seorang mahasiswa Jepang ketika bertandang ke Guatemala. Saat itu ia bertugas mengantar para antropolog ke Chiapas dan melalui perbatasan Guatemala. Mahasiswa bernama Yutaca Yanome itu kaget ketika mendengar percakapan beberapa Suku Maya Tojolabalas yang satu bus dengan mereka. Ia mengaku sedikit memahami kata-kata yang diucapkan Suku Maya itu.

Keterkaitan Maya dan Asia ini pernah dirangkum Ignacio Magaloni Duarte dalam Educadores del Mundo (Pendidik Dunia). Di buku yang terbit tahun 1968 ini Duarte membuktikan bila Suku Maya pernah tinggal di Jepang, Cina, Mesir dan Negara Asia lainnya. Saat berkunjung ke India, mereka disebut Suku Naga. Duarte berani memproklamirkan bila Suku Naga itu Suku Maya dari kemiripan penyebutan angka dari 1 sampai 10.

Suku Naga menyebut angka 1-10 dengan: 1:Hun, 2:Cas,3:Ox, 4:San,5:Ho, 6:Usac, 7:Uac, 8:Uaxax, 9.Bolam, 10:Lahun. Sementara Suku Maya menyebut angka 1-10 dengan: 1:Hun, 2:Ca, 3:Ox, 4:Can, 5:Ho, 6:Uc, 7:Uac, 8:Uaxax, 9.Bolom, 10:Lahun.

Bila Suku Maya pernah menetap di Jepang dan India, bisa jadi mereka juga pernah singgah di Kepulauan Indonesia. Namun, si penulis buku ini tidak ingin berlarut-larut membahas hal yang masih mengandung tanda tanya ini. Misteri hubungan Suku Maya dan Indonesia ini hanya secuil kisah perjalanan Sigit Susanto ketika berkunjung ke Meksiko. Ia masih memiliki beraneka pengalaman unik dari perjalanannya mengelilingi hampir seluruh Benua Eropa, Tunisia dan Kuba. Seperti pengalamannya memancing ikan di Swiss.

Ia melongo melihat prosedur memancing yang ribet seperti mendaftar ke perguruan tinggi. Untuk mendapatkan izin memancing, ia harus memberitahu si petugas terlebih dahulu, apakah memancing di pinggir danau atau di tengah danau. Tarif izinnya berbeda. Memancing di tengah danau jauh lebih mahal. Setelah itu, ia harus mengisi berbagai formulir dan dikirim kembali ke kantor perikanan di akhir tahun. Kemudian, ikan hasil pancingan natinya harus ditimbang dan dicocokkan dengan gambar dalam brosur. Jenis, nama dan jumlah ikan harus dicantumkan.

Meski sempat menggerutu, si penulis kagum dengan upaya pelestarian alam negara itu. Ia bandingkan dengan kampung halamannya di Indonesia dimana warganya bebas memancing. Malangnya, banyak ikan-ikan di samuderanya kerap dicuri nelayan asing.

Membaca tulisan Sigit ini si pembaca disuguhi hal-hal yang jarang ditemukan di catatan perjalanan pada umumnya. Ia pergi melancong bukan hanya menikmati keindahan alam melainkan juga menyesapi budaya dan sejarah setempat dan menuruti kegemarannya akan sastra. Ketika berkunjung ke Belanda, ia sempatkan menengok rumah Multatuli yang melejit dengan Max Havelar. Di Praha ia berziarah ke makam Kafka dan menelusuri jejak Goethe di Strassbourg, Perancis. Sebuah buku yang unik dan layak dikoleksi mereka yang haus petualangan dan pengetahuan.

Detail Buku:
Judul: Menyusuri lorong-lorong Dunia
Penulis: Sigit Susanto
Penerbit: Insist Press, Yogyakarta

CHICHEN ITZA Misteri Peninggalan Suku Maya

Chichen Itza merupakan salah satu bagian dari 7 keajaiban dunia baru ,suatu tempat yang terletak di Yucatan,Meksiko ini merupakan sebuah situs purbakala peninggalan bangsa Maya paling populer dikunjungi oleh para wisatawan manca negara.

Bangunan-bangunan yang terkenal dengan keindahan bentuk arsitekturnya tsb dibangun diantara 550-900 M oleh para Itza,salah satu kelompok suku bangsa Maya.Namun entah mengapa pada abad ke-10 tempat ini ditinggalkan oleh mereka dan sejak saat itu bangsa Maya menghilang secara misterius.

Jika dilihat dari bentuk arsitekturnya ,Bangunan-bangunan di kawasan Chichen Itza merupakan hasil alkulturasi seni arsitektur dari kebudayaan Maya dan Toltec.

Toltec sendiri merupakan sebutan bagi bangsa yang mendiami suatu kawasan di Tollan , 45 KM utara Kota meksiko.Peradaban yang memuja Dewa Quetzalcoatl ini dipimpin oleh seorang penguasa bernama Mixcoatl yang mempunyai arti “Naga Awan”.Menurut sejarah ,Bangsa Toltec yang terkenal lebih kejam dari Bangsa Aztec , pernah menyerbu kawasan Chichen Itza disekitar tahun 800 M.

Chihen Itza sendiri merupakan puing sisa peradaban Maya paling mengesankan yang masih bisa dinikmati keindahannya hingga saat ini.Terdapat beberapa bangunan menakjubkan peninggalan peradaban bangsa Maya disini , diantaranya Piramida Kukulkan (El Castillo) sebagai pusatnya , lalu terdapat pula bangunan yang digunakan sebagai Observatorium astronomi mereka yang dinamakan El Caracol , serta beberapa bangunan lainnya seperti Temple of Jaguar dan Temple of the Wariors.

Nama Chichen Itza berasal dari bahasa Maya yang berarti “Chi” mulut, “Chen” sumur ,dan “Itza” nama suku penghuni tempat itu sendiri.

Puing sisa-sisa peradaban Maya di Amerika Tengah , seperti Chichen Itza , dulunya merupakan daerah perkotaan yang telah ditinggalkan oleh para Mayan jauh sebelum Cristoper Colombus untuk pertamakali Menginjakkkan kakinya di Benua Amerika.

Piramida El Castillo bangsa Maya yang juga terletak di Chichen Itza sering disebut-sebut sebagai bangunan piramida kedua yang terkenal setelah Piramida Mesir.

Namun berbeda dengan bentuk arsitektur Piramida Mesir,Piramida bangsa Maya bukanlah merupakan piramida berbentuk kerucut ,karena pada puncaknya terdapat sebuah bidang datar yang digunakan sebagai tempat ritual mereka.

Disekelilingnya,kita dapat menemui empat tangga yang berjumlah sekitar 91 undakan ,dan terdapat satu undakan lagi pada bagian paling atas , sehingga total undakan keseluruhan berjumlah 365 undakan.

Tinggi bangunan ini mencapai 24 meter , sedangkan area pada puncaknya yang digunakan untuk menaruh persembahan setinggi 6 meter

Dan bukan menjadi suatu rahasia lagi bahwa Bangsa Maya merupakan sebuah peradaban yang memiliki tingkat pengetahuan Astronomi yang sangat luar biasa.Hal tsb memang tak pernah diragukan lagi oleh para astronom pada saat ini.

Jauh sebelum Nicholas Copernicus menyatakan bahwa bentuk bumi bulat serta teori heliosentris yang menyatakan matahari sebagai pusat tata surya, orang Maya sudah mengetahui akan hal itu jauh-jauh hari sebelumnya.

observatorium astronomi bangsa Maya juga memiliki bentuk bangunan yang sangat spesifik. Dilihat dari sudut pandang masa kini, secara fungsional maupun bentuk luar observatorium bangsa Maya sangat mirip dengan observatorium masa kini, sebagai contoh misalnya menara pengamat observatorium Kainuoka / El Caracol yang juga terletak di kawasan Chichen Itza , di atas teras yang indah dan sangat besar pada menara tersebut, terdapat undakan kecil bertingkat-tingkat yang menuju ke teras.

Ada beberapa kemiripan dengan observatorium sekarang, juga merupakan sebuah bangunan tingkat rendah yang berbentuk tabung bundar, pada bagian atas terdapat sebuah kubah yang berbentuk setengah bola, kubah ini dalam rancangan observatorium sekarang adalah tempat untuk menjulurkan teropong astronomi. Empat buah pintu di lantai yang rendah tepat mengarah pada 4 posisi. Jendela di tempat itu membentuk 6 jalur hubungan dengan serambi muka, paling sedikit tiga di antaranya berhubungan dengan astronomi. Salah satunya berhubungan dengan musim semi (musim gugur), sedangkan dua lainnya berhubungan dengan aktivitas bulan.

Menara pengamat observatorium El Caracol ini adalah peninggalan terbesar dalam sejarah, peninggalan sejarah yang lain juga memiliki bangunan yang serupa. Semuanya dalam posisi yang saling merapat dengan matahari dan bulan. Belakangan ini arkeolog beranggapan bahwa astronom bangsa Maya pada zaman purbakala telah membangun jaringan pengamat astronomi pada setiap wilayahnya.

Hingga saat ini,kita masih bisa menemukan sisa-sisa pengaruh kebudayaan Maya yang masih melekat pada beberapa penduduk di Kawasan Yucatan Peninsula dan sedikit di wilayah bagian Chiapas, bahasa asli suku Maya kuno masih banyak digunakan sebagai dialek sehari-hari mereka dan ditafsirkan empat sampai enam juta orang penduduk disekitar Yucatan masih menggunakan bahasa tsb.

Hal tsb juga berlaku pada tradisi Bangsa Maya Kuno,masyarakat di Yucatan masih meneruskan banyak tradisi masyarakat Maya kuno seperti menanam tanaman pangan tradisonal mereka (jagung,buncis,cabai,tomat dan labu) dengan teknik yang sama, dan memilih menggunakan tanaman herbal sebagai obat-obatan mereka.

Sekitar 550 M , Orang Maya berhasil menyelesaikan pembangunan dua buah Chichen (mulut sumur).Sumur pertama merupakan bagian yang dikeramatkan oleh mereka sedangkan bagian kedua dipergunakan untuk penggunaan sehari-hari.

Chichen Itza , seperti kebanyakan pusat Maya lainnya , merupakan pusat aktivitas rohani mereka.Ritual-ritual persembahan yang ditujukan kepada para Dewa banyak dilakukan disini.

Sejarah mengatakan bahwa kawasan Chichen Itza ditinggalkan oleh orang Maya disekitar 900 M , ini berbarengan dengan periode dimana 80 % Bangsa Maya dikatakan mengilang secara misterius.Hingga saat ini belum ada sebuah penjelasan yang bisa menjawab misteri menghilangnya populasi peradaban ini.

MAYA (AZTEC) SUKU PALING FENOMENAL
Nov 5, ’08 10:57 PM
for everyone

Rahasia Kebudayaan Bangsa Maya Banyak orang pernah mendengar legenda budaya bangsa Maya. Selama ini, kesan sebagian besar orang terhadap bangsa Maya tidak terlepas dari suasana hutan belantara di benua Amerika. Menyinggung tentang bangsa Maya, yang terlintas dalam benak sejumlah orang adalah sekelompok orang Indian yang sekujur tubuhnya mengenakan pakaian bulu warna cemerlang, berputar mengelilingi lingkaran di bawah sinar rembulan melaksanakan upacara misterius, di tengah-tengah berdiri dukun sakti yang berilmu tinggi.
Memang benar, bangsa Maya tinggal di Amerika Tengah yang sekarang ini, bekas peninggalan sejarah yang misterius berada di dalam hutan belantara yang terpencil dan sepi, sekalipun begitu, ada beberapa orang yang mengetahui, bahwa bangsa Maya mempunyai hubungan yang sangat erat dengan bangsa Tiongkok dan Mongol di belahan bumi lain yang jauh. Peninggalan batu raksasa dan karya seni bangsa Maya yang mahatinggi, jauh melebihi kehebatan teknologi masa kini. Marilah kita lepaskan prasangka dan persepsi yang telah telanjur tertanam, menyelami kembali bekas kehidupan dan tempat tinggal bangsa Maya, melihat-lihat bagaimana dan apakah sebenarnya bangsa dan kebudayaan Maya.
Proses Penemuan Bangsa Spanyol masuk ke Amerika Selatan pada abad ke-16, dengan status agresor mereka menjajah daratan yang asli ini. Penduduk Amerika Tengah dan Selatan ketika itu hidup sebagai petani yang primitif, mereka sama sekali tidak berdaya menghadapi kapal dan meriam kuat bangsa Spanyol. Dan dengan cepat, bangsa Spanyol menyebarkan agama mereka ke tempat tersebut, dua orang misionaris yang melihat kepercayaan takhayul dan ilmu sihir penduduk setempat, segera membakar tempat tersebut, mengakibatkan buku kuno yang disembunyikan semuanya terbakar musnah.
Tidak disangka bahwa buku-buku tersebut adalah buku kuno yang mencatat pusaka pengetahuan peninggalan kebudayaan bangsa Maya yang telah lama menghilang, di dalamnya tercatat secara terperinci tingkat ilmu pengetahuan dan budaya mereka yang mahatinggi pada masa itu. Mungkin demikianlah takdirnya, kini para ilmuwan yang menyelidiki kebudayaan Maya hanya bisa menggambarkan kehebatan budaya Maya saat itu secara tambal sulam berdasarkan potongan naskah yang berhasil dikumpulkan.
Bebatuan Raksasa di Hutan Piramida bangsa Maya dapat dikatakan merupakan bangunan piramida kedua yang terkenal setelah piramida di Mesir. Kedua jenis bangunan piramida ini terlihat tidak begitu sama, warna piramida Mesir adalah kuning keemasan, sebuah piramida bersudut empat yang berbentuk kerucut, agak terkikis setelah berabad-abad tertiup angin dan diterpa hujan. Piramida Maya lebih rendah sedikit, disusun dari bebatuan raksasa yang berwarna abu-abu dan putih, tidak semuanya berbentuk kerucut, di puncaknya ada sebuah balairung untuk memuja dewa. Di sekeliling piramida Maya masing-masing memiliki 4 tangga, setiap tangga memiliki 91 undakan, secara total 4 buah tangga ditambah satu undakan bagian paling atas adalah berjumlah 365 undakan (91 x 4 + 1 = 365), tepat merupakan jumlah hari dalam satu tahun.
Bangsa Maya sangat memperhatikan ilmu perbintangan, baik di dalam maupun di luar bangunan semuanya adalah angka yang berhubungan dengan hukum peredaran benda langit. Selain jumlah undakan tangga, pada 4 bagian piramida masing-masing terdapat 52 buah relief 4 sudut, menandakan satu abad bangsa Maya adalah 52 tahun.
Observatorium astronomi bangsa Maya juga memiliki bentuk bangunan yang sangat spesifik. Dilihat dari sudut pandang masa kini, secara fungsional maupun bentuk luar observatorium bangsa Maya sangat mirip dengan observatorium masa kini, sebagai contoh misalnya menara pengamat observatorium Kainuoka, di atas teras yang indah dan sangat besar pada menara tersebut, terdapat undakan kecil bertingkat-tingkat yang menuju ke teras. Ada beberapa kemiripan dengan observatorium sekarang, juga merupakan sebuah bangunan tingkat rendah yang berbentuk tabung bundar, pada bagian atas terdapat sebuah kubah yang berbentuk setengah bola, kubah ini dalam rancangan observatorium sekarang adalah tempat untuk menjulurkan teropong astronomi. Empat buah pintu di lantai yang rendah tepat mengarah pada 4 posisi. Jendela di tempat itu membentuk 6 jalur hubungan dengan serambi muka, paling sedikit tiga di antaranya berhubungan dengan astronomi. Salah satunya berhubungan dengan musim semi (musim gugur), sedangkan dua lainnya berhubungan dengan aktivitas bulan.
Menara pengamat observatorium Kainuoka ini adalah peninggalan terbesar dalam sejarah, peninggalan sejarah yang lain juga memiliki bangunan yang serupa. Semuanya dalam posisi yang saling merapat dengan matahari dan bulan. Belakangan ini arkeolog beranggapan bahwa astronom bangsa Maya pada zaman purbakala telah membangun jaringan pengamat astronomi pada setiap wilayahnya.
Dinilai pada masa kini, bangunan tersebut cukup menakjubkan. Piramida Maya misalnya, bagaimanakah caranya memotong bebatuan berukuran sangat besar, diangkut ke tempat yang jauh dalam hutan belantara, bebatuan yang beratnya puluhan ton, ditumpuk hingga mencapai tinggi 70 meter, jika tidak ditunjang dengan alat angkut dan peralatan yang memadai, adalah sangat sulit untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dan suku bangsa yang hidup dalam hutan belantara, mengapa harus mengerahkan upaya dan tenaga sedemikian besar, membangun sebuah jaringan pengamat observatorium? Ditilik dari sejarah, teleskop baru ditemukan pada abad ke-16 oleh Galileo, setelah itu barulah muncul observatorium ukuran besar, dan konsep jaringan pengamat observatorium baru muncul pada zaman modern. Kala itu konsep yang demikian dapatlah dikatakan sangat maju dan canggih.
Hilang Secara Misterius
Lembaran budaya cemerlang yang ditulis bangsa Maya untuk sejarah manusia, telah kita ketahui tingkat keanggunannya. Arkeolog menganggap, kebudayaan bangsa Maya semestinya secara perlahan-lahan terbentuk sejak tahun 2000 SM hingga masa tahun 250 M, setelah tahun 250 M hingga masa tahun 900 M, budaya tersebut memasuki masa keemasan, dan pada abad ke-7 dan 8, memasuki masa yang sangat makmur dan sejahtera.
Tulisan paling dini bangsa Maya muncul menjelang dan sekitar Masehi, namun batu prasasti pertama yang tergali memperlihatkan catatan yang menulis tahun 292 M. Sejak itu, tulisan bangsa Maya hanya tersebar pada areal terbatas. Dan pada tarikh Masehi setelah pertengahan abad ke-5, tulisan bangsa Maya baru secara menyeluruh tersebar ke semua kawasan Maya. Misalnya batu prasasti terakhir diselesaikan pada 869 M, dan batu prasasti terakhir di seluruh kawasan Maya diselesaikan pada 909 M.
Menurut data penelitian: “Suatu hari di tahun 909 M, tanpa sebab yang jelas, 80% bangsa kuno Maya tiba-tiba saja menghilang, tidak hanya meninggalkan kuil yang belum selesai dibangun, bahkan sejumlah besar balairung dewa dan bangunan model raksasa semuanya ditinggalkan begitu saja, terbenam dalam reruntuhan tembok yang roboh. Semua pusat pemujaan juga terhenti aktivitasnya. Kemudian, sejak hari itu, kebijaksanaan leluhur lenyap dengan sangat cepat, dan bangsa Maya yang tertinggal pun mulai berubah menjadi buta pengetahuan dan merosot moralnya.”
Dari bukti penelitian ilmuwan ini, kita dapat memberikan penjelasan yang rasional: Setelah mengalami perkembangan budaya yang tinggi, dikarenakan perkembangan budaya materi, kehidupan bangsa Maya kuno lambat laun merosot, menuju kemerosotan moral masyarakat. Lalu sebagian yang masih disebut kebijaksanaan leluhur itu, pada kenyataannya adalah sekelompok orang yang telah jatuh merosot moralnya, mereka mendorong perkembangan hal yang tidak baik, membuat segenap masyarakat bangsa Maya kuno mengarah menuju kepunahan!
Meskipun terdapat sejumlah dokumen yang tersisa, namun sangat sulit bagi kita untuk memastikan peristiwa mengerikan apa yang sebenarnya terjadi pada tahun 909 M itu, berbagai macam versi hipotesa tentang kepunahan bangsa Maya, misalnya banjir, gempa bumi, angin topan, bencana maupun pendapat lainnya tentang wabah, keracunan massal, penyakit menular, bahkan dikatakan populasi yang membengkak, pembakaran hutan secara berulang kali untuk bercocok tanam yang mengakibatkan tanah gersang, ataupun bencana ekonomi, bahkan dikatakan invasi musuh, perang antarkota, pemberontakan kaum petani maupun masalah sosial seperti bunuh diri massal, dan pendapat lain yang tak terhitung jumlahnya. Apa pun penyebabnya sama sekali tidaklah penting, intinya adalah sejarah sekali lagi telah mempertahankan orang yang baik dan sederhana, sedangkan sebutan “buta pengetahuan dan merosot moralnya” yang digunakan untuk melukiskan keturunan bangsa Maya, hanyalah kaidah yang dilihat oleh mata manusia masa kini,
sangat lugu dan baik seperti tidak berpengetahuan, tidak tahu mengejar keuntungan mendatangkan keputusasaan. Pertanyaannya adalah mengapa sejarah manusia lagi-lagi mencatat lenyapnya umat manusia yang disebut sebagai “kebijaksanaan leluhur”?
(Sumber : Buku “Himpunan Inspirasi Peradaban Prasejarah”)

Chichén Itzá
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Artikel ini tidak memiliki referensi sumber sehingga isinya tidak bisa diverifikasi.
Bantulah memperbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak.
Artikel yang tidak dapat diverifikasikan dapat dihapus sewaktu-waktu oleh Pengurus.

Kota Sebelum Pengaruh Spanyol – Chichen-Itza*
Situs Warisan Dunia UNESCO

________________________________________
Negara Peserta
Meksiko

Tipe Budaya
Kriteria
i, ii, iii
Referensi 483

Wilayah† Amerika Latin, Karibia

Sejarah prasasti
Prasasti resmi 1988 (Sesi 12)

* Nama resmi dalam Daftar Warisan Dunia.
† Menurut klasifikasi resmi UNESCO.

Chichén Itzá (pengucapan /tʃiːˈtʃɛn iːˈtsɑː/);[1]adalah suatu Situs Peradaban Maya di Meksiko pada abad 800 SM. Piramida Kukulcan di kompleks situs bersejarah ini dipercaya sebagai pusat kegiatan politik dan ekonomi peradaban bangsa Maya yang terletak di Semenanjung Yucatan (kini wilayah Meksiko). Itza merupkan titik sentral kompleks bangunan lainnya seperti Piramida Kukulcan, Candi Chac Mool, dan bangunan Seribu Tiang
Daftar isi
[sembunyikan]
• 1 Pusat kebudayaan Suku Maya
• 2 Mirip di Indonesia
• 3 Pranala luar
• 4 Referensi

[sunting] Pusat kebudayaan Suku Maya
Candi Chichen Itza merupakan peninggalan arkeologi suku Maya yang paling lengkap serta masih terawat dengan baik. Situs peradaban Maya di Meksiko ini, pada 7 Juli 2007, terpilih sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia hasil pilihan 100 juta orang via email dan sms (layanan pesan singkat) yang diadakan oleh Swiss Foundation.
Menurut buku budaya suku Maya dari Chilam Balam, kompleks candi ini dibangun antara tahun 502-522 Masehi. Suku Maya hanya menempatinya selama 200 tahun, kemudian mereka berpindah ke daerah pantai di Campeche. Namun versi lain mengatakan, Chichen Itza dibangun sekitar 800 tahun sebelum masehi.[rujukan?]
Piramida Kukulcan di kompleks situs bersejarah ini dipercaya sebagai pusat kegiatan politik dan ekonomi peradaban bangsa Maya yang terletak di Semenanjung Yucatan (kini wilayah Meksiko).
Itza merupakan titik sentral kompleks bangunan lainnya seperti Piramida Kukulcan, Candi Chac Mool, dan bangunan Seribu Tiang.
Di candi Chichen Itza terdapat dua cenotes (sumur alami) yang dijadikan tempat menaruh korban persembahan. Konon, suku Indian Maya yang mendiami kota itu mempersembahkan jade, keramik, dan bahkan manusia untuk dimasukkan dalam sumur itu. Persembahan itu diberikan saat kekeringan melanda. Persembahan kadang-kadang berupa gadis-gadis muda untuk dimasukkan hidup-hidup ke dalam sumur itu. Peran sumur itu begitu penting karena di Semenanjung Yukatan tidak terdapat sungai. Satu-satunya sumber air ketika kekeringan melanda adalah dari sumur-sumur itu.
Nama Chichen Itza pun berarti di bibir mata air rakyat dalam bahasa Indian setempat. Dengan demikian, Chichen Itza berkembang menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi kebudayaan Maya.

Konon, Chichen Itza merupakan simbol pemujaan dan ilmu pengetahuan. Chichen Itza didirikan raja suku Toltec bernama Quetzalcoatl yang datang ke Semenanjung Yukatan bersama pasukannya. Saat itu suku Maya sudah berdiam di daerah tersebut, kemudian bersama-sama suku Toltec, mulai membangun berbagai kuil yang menyerupai piramid. Dengan demikian, periode puncak dari Chichen Itza merupakan campuran kebudayaan Toltec dan Maya.
Salah satu kuil terbesar yang didirikan adalah Kukulkan. Berdasarkan legenda Maya, Kukulkan merupakan Dewa Ular Berambut jelmaan dari Quetzalcoatl. Kuil Kukulkan berupa piramid bertangga, dengan teras-teras. Di setiap sisi piramid segi empat itu terdapat anak tangga menuju puncak. Di puncak terdapat jalan masuk menuju ruangan Mahkota Batu Jaguar Raja Kukulkan, yang dicat merah dan bintik-bintik hijau lumut.
Di Chichen Itza ini juga terdapat sebuah lapangan permainan yang mirip dengan permainan bola basket masa kini. Permainan ‘pok ta pok’ yakni melemparkan bola melewati sebuah lingkaran di dinding 7 meter di atas tanah. Kapten dari tim yang pertama kali berhasil menembakkan bola akan dipenggal kepalanya sebagai persembahan untuk dewa-dewa.
Pada tahun 1221, pemberontakan pecah. Atap-atap kayu, pasar dan kuil-kuil ksatria dibumihanguskan. Kekuasaan atas Yukatan pun berpindah ke Mayapan, sampai penakluk Spanyol datang.
Kompleks candi ini cukup luas dan tiap candi saling terpisah dengan yang lainnya. Di tengah-tengah berdiri candi El Castilo (Istana) yang selesai direnovasi. Bentuknya piramid, hanya atapnya tumpul. Melihat candi El Castilo mengingatkan kita pada candi Sukuh di Karanganyar, Solo. Kedua candi ini seperti saudara kembar.Keistimewaan candi El Castilo adalah undak-undakan menuju atas candi. Setiap tanggal 21Maret dan 23 September antara siang dan malam sama lamanya. Pada saat itu di siang hari, undak-undakan candi tertutup bayangan. Sehingga mata kita tertipu, seolah-olah ada banyak ular naik candi. Namun hari berikutnya pada waktu yang sama akan tampak seolah-olah ular itu turun undak-undakan.
Di sekitar kompleks candi terdapat patung yang bernama Red Jaguar. Menurut uskup Landa, di tempat inilah sering diadakan upacara korban. Korbannya terdiri dari macan tutul (Jaguar), kura-kura, ayam kalkun, anjing atau semua jantung binatang. Bahkan kadang korbannya juga manusia.
Di sekitar kompleks candi ditemukan pula delapan patung Chac Mool. Patung berbentuk manusia dengan posisi duduk menengadah. Kedua tanggannya sedang memegang sesaji dan kepalanya menoleh ke arah kiri. Chac Mool untuk memuja dewa hujan.
Masih di kompleks Chichen Itza terdapat dua tembok yang sama tingginya. Arena di antara dua tembok itu dipakai suku Maya untuk bermain bola. Dimungkinkan bola itu dibuat dari karet, mengingat di sekitar daerah itu tumbuh pohon karet. Tak hanya suku Maya yang senang bermain bola, namun juga suku Zapotek
[sunting] Mirip di Indonesia
Yang cukup mengejutkan lagi adalah buku An overview of the MAYAN world karangan Prof Gualberto Zapata Alonzo, terbit di Merida, Yucatan, Mexico, tahun 2002. Prof Alonzo menyebutkan, seni dan kesadaran beragama suku Maya ada kemiripan dengan di Indochina dan Indonesia. Candi Tikal di Guatemala ada kesamaan dengan piramid Naksei Chan Crong di Angkor, Kamboja. Candi di Palenque, Meksiko ada kemiripan dengan candi Ajanta di India. Simbol-simbol agama dan mitos binatang suku Maya mirip dengan di Jawa dan Asia Tenggara. Dalam Mahabharata dan Ramayana terdapat suku dengan panggilan Maya.[rujukan?]
Pada agama Hindu terdapat pula dewa bernama Maya. Masih pada buku di atas disebutkan, pada tahun 1973 Prof. Alonzo dapat tugas mengantar para peneliti antropolog ke Chiapas. Salah satu anggota peneliti itu ada mahasiswa Jepang program postgraduate bernama Yutaca Yanome.
Ignacio Magaloni Duarte menulis buku berjudul Pendidik Dunia (Educadores del Mundo) yang terbit tahun 1968. Duarte membuktikan, bahwa suku Maya pernah hidup di dekat negeri timur jauh, antara lain Jepang, Tiongkok, India, dan Mesir. Duarte menyebut, suku Maya saat datang ke India disebut Naga, kemudian berganti sebutan Danava dengan ibu kota Nagapur.[rujukan?] Valmiki pada abad 6 menulis Ramayana dengan menyebut orang-orang Naga-Maya. Kemudian orang-orang ini tinggal di Tibet, Babylon, Acadia, dan Mesir. Duarte meyakinkan lagi dengan perbandingan antara angka-angka Naga dan Maya dari nomor 1 sampai 10 mempunyai ucapan yang mirip.
Angka-angka Maya: 1:Hun, 2:Ca, 3:Ox, 4:Can, 5:Ho, 6:Uc, 7:Uac, 8:Uaxac, 9:Bolom, 10:Lahun.
Angka-angka Naga: 1:Hun, 2:Cas, 3:Ox, 4:San, 5:Ho, 6:Usac, 7:Uac, 8:Uaxax, 9:Bolam, 10:Lahun.
Tak hanya di situ kemiripan kedua budaya bangsa Asia dan suku Maya. Namun dalam arsitektur juga ada hubungan yang erat, terutama konsep piramid.

Mata Kuliah Pendidikan Seni Semester VI Tahun 2010/2011

1. Sebagaimana yang dapat Anda baca dalam modul, warna merupakan salah satu elemen dasar seni rupa. Tugas Anda adalah memberikan penjelasan mengenai hubungan antara warna dan fungsi seni sebagai terapi. Berikan pula contohnya !

Jawaban :
Hubungan antara warna dan fungsi seni sebagai terapi , warna merupakan kesan yang ditimbulkan akibat pantulan cahaya yang mengenai suatu benda. Pada karya seni rupa warna dapat berwujud garis, bidang, ruang, dan nada gelap terang. Seni dapat memberikan kesan kesenangan, kenikmatan dan relaksasi bagi penikmatnya, khususya seni rupa yang dengan elemen dasar warna dapat menjadi sarana terapi bagi orang yang menglami ganmgguan kesehatan jiwa. Dengan berkreasi melalui media seni (rupa) seseorang yang memiliki gangguan jiwa akan sedikit terobati . tidak hanya orang yang mengalami gangguan jiwa seni dapat menjadi sarana terapi bagi siapa saja.
Contoh:
a) Seseorang yang sedang stress karena pekerjaan yang terlalu padat menhilangkan stesnya dengan melukis pemandangan di Pantai
b) Anak yang mengalami autis berekspresi dengan menggambar untuk mengurangi hieper aktifnya sehingga tidak terlalu menggangu.

2. Salah satu fungsi seni musik adalah sebagai media pendidikan. Tugas anda di sini adalah memberikan penjelasan mengenai fungsi seni musik sebagai media pendidikan untuk anak usia Sekolah Dasar, berikan pula contohnya !

Jawaban :
Seni musik sebagai media pendidikan, dimaksudkan bahwa musik dapat digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah, musik dapat digunakan untuk menanamkan nilai-nilai kecintaan siswa terhadap tanah air yaitu dengan memperdengarkan lagu-lagu perjuangan. Seni musik dapat pula berfungsi sebagai sarana pengembangan diri siswa, siswa mempunyai keberanian untuk berekspresi dan dapat menumbuhkan rasa percaya diri siswa, siswa berani menampilkan kemampuannya di depan publik. Hal yang tak kalah penting, dengan seni musik siswa akan merasa selalu terhibur dan mendapat suatu kesenangan di sela-sela pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah, dengan demikian iklim pembelajaran di sekolah akan lebih kondusif.
Sebagai media pendidikan seni musik digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah, baik sebagai sarana menyampaikan materi pelajaran ataupun sebagai alat untuk menyampaikan pelajaran.
Contoh :
a. Musik digunakan untuk mengenalkan indahnya Indonesia melalui lagu
b. Untuk mengenalkan berbagai budaya di Indonesia, siswa dapat mendengarkan lagu-lagu dari berbagai daerah sehingga siswa mempunyai wawasan yang luas tentang beraneka budaya yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia
c. Adanya variasi musik diantara berbagai daerah akan membekali siswa dalam menghargai perbedaan.
d. Musik dipakai sebagai sarana pengemangan diri siswa
e. Musik akan melatih anak untuk berani berekspresi

3. Menurut Curt Sach bahwa fungsi utama tari ada dua, yaitu untuk tujuan magis dan untuk tontonan. Anda mempunyai tugas untuk menjelaskan salah satu fungsi utama tersebut, sertakan pula contohnya !

Jawaban :
Salah satu fungsi utama tari adalah sebagai tontonan.
Tari merupakan seni gerak. Gerak-gerak yang diuntai dalam sebuah tarian merupakan ekspresi sang seniman sebagai alat komnikasi kepada orang lain sehingga orang lain yang menikmatinya akan memiliki kepekaan terhadap sesuatu yang ada dalam dirinya.tari dinikmati melalui indera penglihatan. Tari sebagai tontonan dimaksudkan untuk menghibur atau juga untuk menyampaikan pesan moral kepada penikmatnya.
Contoh :
a. Tari selamat datang disajikan untuk menyambut tamu kehormatan
b. Tari Tapak-tapak putri ditampilkan ketika upacara pernikahan sebagai nasehat kepada kedua mempelai
c. Tari yang dilombakan dan dipertontonkan

Strategi Pembelajaran

1. Mengapa penerapan pendekatan keterampilan proses akan dapat membantu perkembangan kepribadian siswa seutuhnya ? Jelaskan dan berikan contohnya!
Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses akan dapat membantu perkembangan kepribadian siswa seutuhnya karena:
Dalam penerapan PKP pembelajaran selalu dimulai dengan suatu kegiatan sebagai penerapan keterampilan proses, (berarti pengembangan dalam ranah psikomotorik: keterampilan fisik, sosial, dan intelektual). Dengan kegiatan memproseskan perolehan itu siswa akan mulai memperoleh pengetahuan, pemahaman terhadap fakta, konsep, prinsip, dan teori yang dikaji (berarti pengembangan ranah kognitif). Seiring dengan itu berkembang pula sikap dan nilai yang relevan dengan bahan ajar atau cara belajar (berarti pengembangan ranah afektif). Maka dari itu penerapan Pendekatan Keterampilan Proses termasuk pembelajaran yang mendidik yang akan mengembangkan kepribadian siswa seutuhnya yaitu perkembangan psikomotorik, kognitif, dan afektif.
Contohnya:
Penerapan pendekatan keterampilan, proses untuk mengklasifikasikan bahan makanan yang mengandung zat tepung (karbohidrat). Siswa melakukan percobaan beberapa bahan makanan dengan larutan lugol.

2. Sebutkan dan jelaskan beberapa manfaat penggunaan pendekatan keterampilan proses ?
Manfaat penggunaan Pendekatan Keterampilan Proses:
a. Dengan Pendekatan Keterampilan Proses dalam pembelajaran, siswa akan memperoleh pengertian yang tepat tentang hakekat ilmu-ilmu pengetahuan.
b. Dengan penerapan PKP dalam pembelajaran berarti siswa bekarja dengan ilmu pengetahuan, tidak sekedar memperoleh informasi tentang ilmu pengetahuan itu.
c. Dengan penerapan PKP dalam pembelajaran, siswa secara serentak belajar tentang proses dan produk ilmu pengetahuan.

3. Pendekatan keterampilan proses bisa membedakan kepentingan siswa kelas rendah dan kelas tinggi karena :
Bentuk implementasi pendekatan keterampilan proses bisa membedakan kepentingan siswa kelas rendah dan kelas tinggi karena:
Pembelajaran yang menerapkan PKP memberi peluang untuk melatihkan keterampilan proses sedini mungkin, secara bertahap berlangsung yaitu:
– Di kelas rendah diutamakan untuk keterampilan-ketrampilan observasi, perhitungan, pengukuran, klasifikasi, dan komunikasi
– Di kelas tinggi disamping melanjutkan latihan yang sudah dimulai di kelas rendah, dilatih pula dalam berbagai keterampilan lainnya

4. Contoh kegiatan pembelajaran yang dapat menunjukkan adanya pengembangan pendekatan keterampilan proses:
Skenario Pembelajaran

Mata Pelajaran : SAINS
Materi Pokok : Cahaya dan Sifat-Sifatnya
Pertemuan / waktu : Kelima / 2 x 35 menit
Metode : Praktek

A. Kompetensi Dasar
6.2 Membuat suatu karya/model, misalnya periskop atau lensa dari bahan sederhana dengan menerapkan sifat-sifat cahaya.

B. Indikator
o Menentukan model yang akan dibuat dengan menerapkan sifat-sifat cahaya, misal periskop, atau lensa sederhana.
o Memilih dan menentukan berbagai alat/bahan yang sesuai.
o Menggunakan bahan/benda yang sesuai.
o Membuat karya/model yang sesuai dengan rancangan.
o Menguji cara kerja model yang dibuat.
o Memodifikasi hasil rancangan untuk menghasilkan karya/model yang terbaik.
o Menerapkan prinsip keselamatan kerja.

C. Materi Essensial
Karya Berteknologi Sederhana
o Membuat kaca pembesar dari air (hlm.155)
o Membuat kaca pembesar dari bohlam (hlm.155)

D. Media Belajar
o Buku SAINS SD Haryanto Erlangga Kelas V
o Kertas karton, pelubang kertas, kotak kecil, segelas air putih, sendok ekcil, kertas koran.
o Bohlam bekas, obeng, olastik, karet gelang, air jernih, kertas koran

E. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa

1. Pendahuluan
o Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
o Memahami peta konsep tentang cahaya
(5 menit)

2. Kegiatan Inti
o Membuat kaca pembesar dari air (hlm.155)
o Membuat kaca pembesar dari bohlam (hlm.155)
(50 menit)

3. Penutup
o Memberikan motivasi untuk memodifikasi hasil rancangan sehingga menghasilkan karya/model yang terbaik.

(5 menit)

4. Pekerjaan Rumah

Mengetahui
Kepala Sekolah

MUGIYANTA
NIP. 19520430 197912 1 001 Getas,
Guru Mata Pelajaran

WINARDI
NIP. 19720414 199606 1001

TUGAS B
1. Pengertian metode ceramah :
Pengetian Metode Ceramah yaitu cara guru menyampaikan informasi secara lisan kepada siswa. Informasi itu berupa konsep prinsip, dan pengertian yang telah diolah oleh guru, sehingga siswa tinggal menerima saja.

2. Metode ceramah digunakan guru dalam pembelajaran apabila:
a. Siswa benar-bena memerlukan penjelasan guru karena bahan baru atau langkanya sumber pustaka, dan untuk menghindari kelahpahaman
b. Tidak ada buku sumber pelajaran yang tersedia
c. Menghadapi siswa dalam jumlah banyak, dan sukar untuk menggunakan metode yang lain
d. Menghemat waktu, beaya, dan peralatan

3. Maksud dan tujuan dari penggunaan metode tanya jawab :
Metode Tanya Jawab adalah cara penyampaian suatu pelajaran melalui interaksi dua arah, dari guru kepada siswa atau dari siswa kepada guru agar diperoleh jawaban kepastian materi melalui jawaban lisan guru atau siswa.
Tujuan metode tanya jawab:
a. Untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap materi pelajaran
b. Mendorong siswa berani mengajukan pertanyaan kepada guru tentang masalah yang belum dipahami
c. Menimbulkan kompetisi belajar yang sehat, bagi siswa yang aktif dan dapat menjawab pertanyaan guru atau temannya dengan baik akan lebih percaya diri akan berusaha lebih baik. Bagi siswa yang aktif dapat mempersiapkan diri dalam kesempatan lain
d. Melatih siswa untuk berpikir dan berbicara secara sistematis dan sistematik berdasarkan pemikiran yang orisinal
e. Mengarahkan siswa agar mengerti, memahami, dan berinteraksi secara aktif dalam pembelajaran sehingga tujuan dapat dicapai dengan baik.
4. Metode Tanya jawab dapat dilakukan apabila:
a. Untuk menimbulkan rasa ingin tahu siswa terhadap permasalahan yang sedang dibicarakan sehingga timbul partisipatif aktif dan aktifitas mental yang tinggi
b. Menimbulkan pola fikir reflektif, sistematis, kreatif, dan kritik
c. Mewujudkan cara belajar siswa aktif
d. Melatih dan memberanikan siswa untuk belajar mengekspresikan kemampuan lisan
e. Memberi kesempatan siswa menggunkan pengetahuan yang telah dimiliki

5. Cara menggunakan metode demonstrasi :
Cara menggunakan metode demonstrasi:
a. Persiapan
Merumuskan tujuan pembelajaran, menyusun materi pembelajaran sesuai tujuan, menyiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi, melakukan latihan pendemonstrasian dan cara penggunaan alatnya.
b. Pelaksanaan
– Pembukaan:
Mengatur tempat duduk siswa, agar semua dapat memperhatikan
Tanya jawab pelajaran sebelumnya.
Memotivasi siswa dengan mengemukaan masalah yang ada kaitannya dengan materi pelajaran
Menyampaikan tujuan yang akan dicapai dan penjelasan tugas-tugas siswa
– Inti Pembelajaran:
Mulai melakukan demonstrasi
Memusatkan perhatian siswa pada hal-hal penting dalam demonstrasi
Menciptakan suasana yang kondusif dan menyenangkan
Memberi kesempatan kepada siswa untuk aktif dan kristis mengikuti proses demonstrasi
– Akhir Pembelajaran:
Menugasi siswa untuk merangkum atau menyimpulkan kegiatan demonstrasi
Memberi kesempatan siswa untuk bertanya hal yang belum dipahami
Melakukan evaluasi hasil belajat dan evaluasi jalannya demonstrasi
Tindak lanjut dan tugas-tugas untuk mendalami materi
Contoh:
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Materi Pokok Membaca Puisi (deklamasi)
Guru mendemonstrasikan membaca puisi (deklamasi di depan kelas), setelah menentukan puisi yang akan dideklamasikan.

Belajar Pembelajaran

1. Bagan dan penjelasan keterkaitan antara standar kompetensi, kompetensi dasar, hasil dan indikator, pengalaman belajar, materi pokok dan model assesmen pembelajaran yang mendidik :

Perencanaan penilaian pembelajaran yang mendidik diawali dengan kegiatan mengkaji standar kompetensi lulusan dan mengidentifikasi indikator pencapaian kompetensi.
Berdasarkan indikator pencapaian kompetensi tersebut, guru melaksanakan proses bembelajaran dengan tetap berada pada koridor materi pokok pembelajaran. Berdasarkan indikator pencapaian kompetensi guru juga menyusun instrument penilaian. Instrument penilaian tersebut harus memenuhi persyaratan reliabilitas dan validitas agar hasil penilaian yang diperoleh dapat digunalan sebagai umpan balik bagi guru dalam proses pembelajaran selanjutnya.

2. Identifikasi dan penjelasan prinsip dalam perencanaan pembelajaran yang mendidik :
Prinsip dalam perencanaan pembelajaran yang mendidik antara lain :
A. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungan.
B. Beragam dan terpadu.
C. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
D. Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
E. Menyeluruh dan berkesinambungan.
F. Belajar sepanjang hayat.
G. Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah.
H. Diarahkan pada upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional.

3. Dasar hukum yang menjadi acuan dalam merencanakan pembelajaran yang mendidik:
a. Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
b. Peraturan Pemerintah RI No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
c. Standar Isi (SI) yang ditetapkan dengan Permendiknas No. 22 tahun 2006,
d. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang ditetapkan dengan Permendiknas No. 23 tahun 2006.

4. Standar yang menjadi acuan dalam merencanakan proses pembelajaran yang mendidik :
Standar yang menjadi acuan dalam merencanakan proses pembelajaran yang mendidik adalah tujuan pendidikan nasional yang sesuai perundang-undangan dan peraturan pemerintah.
Acuan dasar dalam merencanakan dan mengatur proses pembelajaran adalah visi, misi dan tujuan pendidikan yang ditetapkan dalam undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (Penjelasan Umum PP 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan). Dalam rangka mewujudkan visi dan menjalankan misi pendidikan nasional, diperlukan suatu acuan dasar setiap satuan pendidikan, yang antara lain meliputi kriteria minimal berbagai aspek yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan.
5. Arah dari seluruh pembelajaran di sekolah dalam prinsip pembelajaran yang mendidik :
Seluruh kegiatan pembelajaran di sekolah diarahkan untuk kepentingan peserta didik dalam menguasai berbagai keterampilan hidup yang dibutuhkan sekarang dan yang akan datang. Pembelajaran di sekolah tidak diarahkan hanya untuk penguasaan materi pembelajaran belaka, melainkan ditujukan untuk pencapaian tujuan pendidikan nasional.
Pembelajaran dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan potensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.

6. Maksud dari prinsip pembelajaran yang berpusat pada peserta didik :
Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dimaksudkan bahwa peserta didik perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. Artinya seluruh proses pembelajaran ditujukan untuk pencapaian kompetensi oleh peserta didik, bukan kompetensi guru.
Pembelajaran dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral.

7. Prinsip utama yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran yang mendidik :
Adalah prinsip berpusat pada peserta didik dan dilaksanakan secara ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, aktual, konstekstual, fleksibel, dan menyeluruh.
a. Berpusat pada peserta didik dimaksudkan bahwa peserta didik perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran.
b. Ilmiah artinya keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
c. Relevan artinya cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran, dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik.
d. Sistematis artinya komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
e. Konsisten artinya ada hubungan yang konsisten ( keajegan ) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, kegiatan pembelajaran, dan sistem penilaian.
f. Memadai artinya cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, kegiatan pembelajaran, dan sistem penilaian cukup untuk mencapai kompetensi belajar.
g. Aktual & konstekstual artinya cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, kegiatan pembelajaran, dan sistem penilaian, memperhatikan perkembangan ilmu teknologi, seni mutakhir dalam kehidupan nyata dan peristiwa yang terjadi.
h. Fleksibel artinya keseluruhan komponen pribadi dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. Menyeluruh artinya komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi.

Manajemen Berbasis Sekolah

1. Prinsip-prinsip Manajemen Berbasis Sekolah dalam upaya meningkatkan mutu sekolah dan mencapai tujuan yang diharapkan adalah :
a. Prinsip Otonomi (kemandirian)
Dengan Manajemen Berbasis Sekolah maka sekolah diberikan kemandirian dalam merancang, mengelola dan menentukan tujuan yang ingin dicapai disesuaikan dengan kompetensi yang dimiliki . Termasuk didalamnya adalah kemandirian dalam pengelolaan pendanaan.
b. Prinsip fleksibilitas
Manajemen berbasis Sekolah memberikan keluwesan dalam merencanakan dan memberdayakan potensi yang dimiliki oleh sekolah dalam upaya mewujudkan tujuan sekolah. Dan juga mampu mensinkronkan antara tatanan yang ada dengan kondisi masyarakat pada umumnya. Sehingga Prinsip fleksibilitas ini membuka kesempatan bagi kreativitas sekolah untuk melakukan upaya-upaya inovatif yang diyakini dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan sekolah, terutama proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan sehingga akan tercapai tujuan pendidikan nasional.
c. Partisipasi
Yaitu penciptaan lingkungan yang terbuka dan demokratis. Warga sekolah dan masyarakat , ilmuwan , usahawan, dan sebagainya didorong untuk terlibat secara langsung dalam penyelenggaraan pendidikan sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan. Peningkatan partisipasi warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan sekolah akan mampu menciptakan keterbukaan, Kerjasama yang kuat.

Dengan partisipasi warga sekolah dan masyarakat akan tercipta :
a. Transparansi : dimaksudkan sebagai proses keterbukaan terhadap segala sesuatu yang dihasilkan dari proses pengambilan keputusan yang partisipatif.
b. Kerjasama : ditunjukkan oleh hubungan antarwarga sekolah yang erat, hubungan sekolah dan masyarakat erat, dan adanya kesadaran bersama bahwa out put sekolah merupakan hasil kolektif teamwork yang kuat dan cerdas.
c. Akuntabilitas : adalah pertanggungjawaban sekolah atas semua yang dihasilkan dari keputusan dan pelaksanaannya sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab yang diperolehnya melalui pelaporan dan pertemuan yang dilaksanakan secara terbuka.
d. Demokrasi : adalah kebebasan yang terlembagakan melalui musyawarah dan mufakat dengan menghargai perbedaan , hak asasi manusia, serta kewajibannya dalam meningkatkan mutu pendidikan.

2. Implementasi prinsip-prinsip Manajemen Berbasis Sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah :
Prinsip-prinsip Manajemen Berbasis Sekolah yang terdiri dari : otonomi , fleksibilitas, partisipasi diterapkan dalam melaksanakan program-program sekolah, yang dimulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan proses pelaporan dan umpan baliknya. Dengan kata lain program-program yang dilaksanakan menganut prinsip-prinsip demokratis, transparan, profesional dan akuntabel. Melalui pelaksanaan program ini para pengelola pendidikan di sekolah termasuk kepala sekolah, guru, komite sekolah dan tokoh masyarakat setempat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Disinilah proses manajemen itu berlangsung dan semua pihak saling memberikan peran masing-masing untuk kemajuan sekolah.
Pengelolan ini meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengawasan dan pembinaan, baik dalam hal keuangan maupun pembelajaran secara umum.

2. Karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah
Karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah Meliputi :
a. Misi dan cita-cita untuk mewujudkan kemajuan berdasar nilai-nilai.
b. Aktifitas pendidikan dijalankan berdasarkan karakteristik kebutuhan dan situasi sekolah.
c. Terjadinya proses perubahan strategi manajemen yang menyangkut hakikat manusia, organisasi sekolah, gaya pengambilan keputusan, gaya kepemimpinan, penggunaan kekuasaan, dan keterampilan-keterampilan manajemen.
d. Keleluasaan dan kewenangan dalam pengelolaan sumber daya yang efektif untuk mencapai tujuan pendidikan, guna memecahkan masalah-masalah pendidikan yang dihadapi, baik tenaga kependidikan, keuangan dan sebagainya.
e. Manajemen Berbasis Sekolah menuntut peran aktif sekolah, adiministrator sekolah, guru, orang tua, dan pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan di sekolah.
f. Manajemen Berbasis Sekolah menekankan hubungan antar manusia yang cenderung terbuka, bekerja sama, semangat tim, dan komitmen yang saling menguntungkan. Oleh karena itu, iklim orgnanisasi cenderung mengarah ke tipe komitmen sehingga efektifitas sekolah dapat tercapai.
g. Efektifitas sekolah dinilai menurut indikator multitingkat dan multisegi.
h. Administrator sangat penting dalam kerangka, Manajemen Berbasis Sekolah termasuk di dalamnya kualitas yang dimiliki administrator
Penerapan karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah di sekolah saya :
a. Misi dan cita-cita untuk mewujudkan kemajuan berdasar nilai-nilai.
: Sudah dilaksanakan dan dituangkan dalam visi-misi sekolah.
b. Aktifitas pendidikan dijalankan berdasarkan karakteristik kebutuhan dan situasi sekolah.
: Pada poin ini pun sekolah kami sudah melaksanakan, misalnya dalam hal penggunaan metode, nara sumber, materi dan media pendidikan semua disesuaikan dengan karakter, kondisi dan kebutuhan setempat.
c. Terjadinya proses perubahan strategi manajemen yang menyangkut hakikat manusia, organisasi sekolah, gaya pengambilan keputusan, gaya kepemimpinan, penggunaan kekuasaan, dan keterampilan-keterampilan manajemen.
: Pada poin ini sekolah kami juga telah melaksanakan, misalnya dalam setiap pengambilan keputusan sekolah kami selalu melibatkan berbagai pihak yang terkait.
d. Keleluasaan dan kewenangan dalam pengelolaan sumber daya yang efektif untuk mencapai tujuan pendidikan, guna memecahkan masalah-masalah pendidikan yang dihadapi, baik tenaga kependidikan, keuangan dan sebagainya.
: Keleluasaan dan kewenangan dalam pengelolaan sumber daya yang efektif telah dilaksanakan. Misalnya dalam pemecahan masalah yang menyangkut sekolah selalu melibatkan semua unsur yang terkait, juga dalam hal keuangan/penentuan RAPBS.
e. Manajemen Berbasis Sekolah menuntut peran aktif sekolah, adiministrator sekolah, guru, orang tua, dan pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan di sekolah.
: Peran aktif semua unsur tersebut telah ada tetapi masih perlu ditingkatkan, terutama peran masyarakat dan wali murid.
f. Manejemen Berbasis Sekolah menekankan hubungan antar manusia yang cenderung terbuka, bekerja sama, semangat tim, dan komitmen yang saling menguntungkan. Oleh karena itu, iklim orgnanisasi cenderung mengarah ke tipe komitmen sehingga efektifitas sekolah dapat tercapai.
: Keterbukaan telah dilaksanakan dalam hubungan antar komponen. Terutama dalam hal keuangan selalu dilaporkan pertanggungjawabannya secara terbuka kepada komite dan wali murid.
g. Efektifitas sekolah dinilai menurut indikator multitingkat dan multisegi.
: Efektifitas sekolah telah dinilai menurut indikator multitingkat dan multisegi, ini bisa dilihat dari output pendidikan dan hasil penilain dari Tim Akreditasi sekolah. Sekolah kami terakreditasi B.
h. Administrator sangat penting dalam kerangka Manajemen Berbasis Sekolah, termasuk di dalamnya kualitas yang dimiliki administrator
: Administrator di sekolah kami adalah orang-orang yang mampu dan cukup handal dalam pengelolaan administrasi.

Alternative Assessment

I. Konsep tentang prinsip-prinsip
Beberapa prinsip bagi sekolah dalam menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah yaitu : otonomi sekolah, fleksibilitas dan partisipasi untuk mencapai sasaran mutu sekolah.
Otonomi sekolah diartikan sebagai kemandirian dalam mengatur dan mengurus dirinya sendiri (pengelolaan mandiri). Di sini yang menjadi tolok ukur utama kemandirian sekolah adalah kemandirian dalam program dan pendanaan.
Fleksibilitas dapat diartikan sebagai keluwesan-keluwesan yang diberikan kepada sekolah untuk mengelola, memanfaatkan, dan memberdayakan sumber daya sekolah seoptimal mungkin untuk meningkatkan mutu sekolah.
Partisipasi adalah pelibatan warga sekolah, orang tua, masyarakat, dan stakeholder pendidikan dalam pengambilan suatu keputusan, termasuk di dalamnya adalah dalam konteks perencanaan, pelaksanaan , dan pengawasan. Sedangkan mutu pendidikan , merupakan sasaran yang ingin dicapai oleh Manajemen Berbasis Sekolah.
II. Karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah
Manajemen Berbasis Sekolah pada hakekatnya merupakan penyerasian sumber daya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan semua kelompok kepentingan yang terkait dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan mutu sekolah atau untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Apa bila manajemen berbasis lokasi lebih difokuskan pada tingkat sekolah, maka apakah Manajemen Berbasis Sekolah dapat menyediakan layanan pendidikan yang komprehensif dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat di mana sekolah itu berada agar Manajemen Berbasis Sekolah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dan sesuai yang dengan harapan maka bisa dilihat dari sudut sejauh mana sekolah tersebut dapat mengoptimalkan kinerja organisasi yang ada di sekolah tersebut, misalnya komite sekolah yang merupakan mitra sekolah sebab anggotanya sebagian besar sekaligus sebagai orang tua siswa dan tokoh masyarakat, selain itu juga bagaimana pengelolaan SDMnya, juga proses belajar mengajar dan sumber daya yang akan mendukung tercapainya Manajemen Berbasis Sekolah sesuai dengan apa yang diharapkan.
Manajemen Berbasis Sekolah merupakan alternatif baru dalam pengelolaan pendidikan yang lebih menekankan kepada kemandirian dan kreatifitas sekolah. Beberapa karakter dari konsep manajemen ini antara lain : lingkungan sekolah yang aman dan tertib, sekolah memiliki visi dan target mutu yang ingin dicapai, sekolah memiliki kepemimpinan yang kuat, adanya harapan yang tinggi dari personal sekolah ( kepala sekolah, guru, dan staf lainnya ) untuk berprestasi, adanya pengembangan staf sekolah yang terus-menerus sesuai tuntutan IPTEK, adanya pelaksanaan evaluasi yang terus menerus terhadap berbagai aspek akademik dan administratif, dan pemanfaatan hasilnya untuk penyempurnaan / perbaikan mutu, dan adanya komunikasi dan dukungan intensif dari orang tua murid / masyarakat.
III. Gambaran tentang Manajemen Berbasis Sekolah di Sekolah saya :
Gambaran di sekolah tempat saya bekerja antara lain, manajemen sekolahnya sudah cukup baik tetapi masih perlu peningkatan dalam melibatkan semua pihak / stakeholder yang lain. Kepedulian wali murid, komite sekolah dan masyarakat terhadap pendidikan masih sangat kurang. Mereka masih beranggapan bahwa tanggung jawab pendidikan hanya ditangan sekolah. Bahkan ada sebagian masyarakat yang selalu curiga dan berprasangka buruk terhadap pengelolaan manajemen, terutama dalam hal keuangan pada pihak pengelola telah berusaha transparan dan terbuka. Mungkin ini terjadi karena kurangnya informasi dan pengetahuan dari stakeholder tersebut sehingga mereka tidak paham bahwa sebenarnya mereka juga terlibat dalam pengelolaan walaupun secara tidak langsung (perwakilan).
IV. Kesimpulan.
Setelah melihat kondisi sekolah yang seperti tersebut di atas maka melalui program Manajemen Berbasis Sekolah, diharapkan tercipta kondisi sekolah yang manajemennya terbuka. Untuk semua itu memang diperlukan tenaga administrator yang berkualitas. Selain itu peran serta masyarakat juga perlu lebih ditingkatkan keterlibatannya dalam manajemen sekolah. Kondisi tersebut di atas akan tercipta apabila sekolah dalam menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah mengacu pada prinsip-prinsip Manajemen Berbasis Sekolah. Disamping itu, penerapan Manajemen Berbasis Sekolah di sekolah juga hendaknya memperhatikan karakteristik dari Manejemen Berbasis Sekolah, baik dilihat dari aspek input, proses dan output. Pemahaman terhadap prinsip dan karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah akan membawa sekolah kepada penerapan Manajemen Berbasis Sekolah yang lebih baik. Dan pada akhirnya kualitas pendidikan akan tercapai sesuai dengan yang diharapkan .

Mata Kuliah Komputer dan Media Pembelajaran SD

1. Pada dasarnya komputer memiliki 3 sifat, yaitu :
a. Bekerja dengan menggunakan tenaga listrik ( elektronik )
Komputer dapat dioperasikan apabila dihubungkan dengan tenaga listrik sesuai dengan kapasitasnya.
b. Bekerja berdasarkan program
Komputer bekerja setelah menerima program yang berupa perintah yang dibuat oleh manusia sebagai yang mengoperasikan komputer dan perintah tersebut dimengerti oleh komputer, jadi yang memberi komando pada setiap komponen dalam komputer untuk mengerjakan sesuatu dan mengatur keselarasan kerja sama satu komponen dengan komponen lain sehingga komputer dapat berfungsi seperti apa yang kita inginkan adalah program.
c. Bekerja dalam suatu sistem
Agar konsepsi komputer sebagai pengolah data dan dapat menghasilkan suatu informasi yang kita inginkan, maka maka diperlukan suatu sistem komputer ( computer system ) yang elemennya terdiri dari hardware, software dan brainware. Ketiga sistem komputer tersebut saling berhubungan dan membentuk suatu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan .
Contohnya: hardware tidak akan berfungsi apabila tanpa software demikian juga sebaliknya software tidak dapat berfungsi apa bila tanpa hardware, dan juga keduanya tidak akan berfungsi atau bermanfaat jika tidak ada yang mengoperasikan dan mengendalikan komputer yaitu manusia ( brainware ).

2. Jenis-jenis hardware input :
a. Keyboard ( papan ketik )
Adalah media input pendukung utama yaitu untuk menampilkan huruf, angka dan lain sebagainya, selain itu juga untuk menjalankan perintah pemakai komputer. Keyboard berfungsi untuk memasukkan data dalam bentuk teks ke dalam komputer.
b. Mouse
Merupakan suatu alat yang digunakan sebagai pointer, yaitu untuk mempercepat perpindahan lokasi kursor. Jadi fugsi mouse yang utama adalah untuk mengatur posisi kursor.
c. Scanner
Adalah merupakan alat yang menggunakan cahaya atau alat peka cahaya untuk mendigitalisasi foto atau gambar yang sudah tercetak. Jadi scanner merupakan alat yang bisa digunakan untuk memasukkan data dalam bentuk gambar kedalam komputer.
d. Input Multimedia
Merupakan alat yang dihubungkan dengan komputer yang dapat menimbulkan gambar, suara, gambar gerak ( video ).
Contoh : kamera digital, video kamera, mikrofon.
e. Bar Code
Suatu peralatan input yang dirancang untuk tujuan spesifik dan bentuknya terdiri dari serangkaian garis yang memiliki panjang dan ketebalan berbeda dan bervariasi.
Contohnya : yang digunakan di supermarket.

f. Joystick
Merupakan alat yang biasanya digunakan untuk bermain games , yaitu suatu alat yang dapat digerakkan ke sembarang arah seperti kursor hanya kalau joystick lebih halus. Joystic juga berfungsi mengatur gerakan kursor dalam komputer.
g. Touch Screen
Adalah layar sentuh yang memungkinkan pengguna menyentuhkan jari tangannya pada pilihan tombol, grafik atau tabel. Bagian yang disentuh merupakan pilihan lokasi yang dilaksanakan.

3. Jenis-jenis hardware output :
a. Monitor
Monitor berfungsi untuk menampilkan data hasil pengolahan
b. Printer ( alat pencetak )
Printer merupakan alat yang berfungsi untuk menerima data dari komputer dan data tersebut diterima dan dicetak menjadi tulisan maupun gambar.
c. LCD ( Liquid Crystal Display )
LCD merupakan suatu alat untuk menayangkan data atau pun informasi dengan cara memancarkan cahaya ke dinding atau bidang lain yang vertikal dan rata serta bersih, sehingga dapat terlihat dan terbaca .

d. Speaker
Speaker merupakan pengeras suara yaitu alat yang digunakan untuk mengeluarkan pengolahan data atau pun suatu informasi dalam bentuk suara. Biasanya speaker pada komputer dibuat seefisien mungkin sehingga tidak memakan banyak tempat dan praktis.

4. Beberapa komponen yang ada dalam CPU yang merupakan jantung komputer adalah sebagai berikut :
a. Unit hitung dan logika yang berfungsi melakukan hitung matematik dan logika
b. Unit kontrol kontrol unit yang berfungsi mengontrol kegiatan unit yang lain

5. Alat-alat yang termasuk dalam kelompok Input Multimedia adalah :
a. Mikropon
Adalah alat yang funsinya mengubah suara menjadi arus listrik yang kemudian dibaca oleh komputer yang selanjutnya digitalisasi.
b. Kamera digital
Merupakan alat yang dapat digunakan untuk menyimpan data berupa gambar.
c. Kamera video
Merupakan alat yang digunakan untuk menyimpan data gambar yang dapat bergerak dan bersuara.

6. Yang dilakukan seorang programer adalah :
a. Membuat progaram sesuai dengan spesifikasi yang diberikan sistem analisis dan desain.
b. Bertanggung jawab terhadap uji coba program yang telah dibuatnya.

7. Jenis software yang termasuk dalam software aplikasi adalah :
a. Software Pengolah kata
Merupakan software yang digunakan untuk pengetikan naskah, membuat surat, membuat artikel dan dokumen-dokumen lainnya ,
contoh : MS Word , Word Perfect.
b. Software Pengolah Angka
Merupakan aplikasi yang digunakan untuk membuat tabel-tabel perhitungan angka.
contoh : Excel 2000
c. Software Grafis
Merupakan software yang digunakan untuk menggambar ataupun mengolah gambar ( grafis ).
contoh : Corel draw, Photo editor, Photoshop.
d. Software Multimedia
Merupakan software yang digunakan untuk keperluan multimedia.
Misalnya : Untuk menyampaikan informasi dengan menggunakan tulisan, animasi, audio maupun video.
e. Software Database
Merupakan progaram yang mengorganisasikan pengumpulan data dan pemrosesannya.

Mata Kuliah Pendidikan Strategi Pembelajaran

1. Beberapa aliran dan tokoh teori belajar psikologi tingkah laku (Behaviorisme):
A. Teori Belajar Koneksionisme (Tokoh: Thorndike)
Belajar merupakan upaya untuk membentuk hubungan stimulus dan respon sebanyak-banyaknya. Orang akan belajar kalau ada rangsangan. Teori belajar ini disebut teori Stimulus – Respon ( S-R).
Hukum-hukum teori belajar Stimulus-Respon adalah :
a. Hukum kesiapan
Hubungan antara stimulus dan respon mudah terbentuk kalau ada kesiapan pada diri seseorang.
b. Hukum latihan
Hubungan antara stimulus respon akan menjadi lebih kuat karena latihan
c. Hukum akibat
Suatu tindakan yang diikuti oleh akibat yang menyenangkan akan cenderung diulang-ulang, sebaliknya kalau tindakan itu diikuti oleh akibat yang tidak menyenangkan maka tindakan itu akan cenderung kurang diulangi.
d. Hukum transfer latihan
Apa yang pernah dipelajari anak sekarang harus dapat digunakan untuk hal-hal lain di masa yang akan datang.

B. Teori Belajar Classical Conditioning (Tokoh: Pavlov)
Belajar atau pembentukan perilaku perlu dibantu dengan kondisi tertentu yaitu berupa pancingan yang dilakukan dengan cara berulang-ulang.
Dengan kata lain belajar memerlukan kondisi tertentu yaitu pancingan yang berulang-ulang
Prinsip Classical Conditioning adalah :
a. Generalisasi rangsangan
Proses dimana respon yang terkondisi mentransfer ke rangsangan lain yang serupa dengan rangsangan terkondisi aslinya.
b. Diskriminasi
Proses dimana belajar tidak untuk merespon terhadap rangsangan yang sama dengan cara yang sama
c. Extinction
Proses dimana respon terkondisi hilang.

C. Teori Belajar Operant Conditioning (Tokoh: Skinner)
Belajar akan terjadi bila diikuti dengan konsekwensi yang menyenangkan (ganjaran) dan tidak menyenangkan (hukuman).
Prinsip pengubahan tingkah laku dari Operant Conditioning
a. Penguatan
Penguatan adalah segala konsekuensi yang emmperkuat atau meningkatkan frekuensi tingkah laku.

Jenis-jenis penguatan
penguatan utama dan penguatan sekunder
penguatan positf dan negative
prinsip premack

b. Hukuman
Hukuman adalah konsekuensi yang menghasilkan berkurangnya tingkah laku.
Bentuk hukuman , yaitu:
hukuman presentasi
hukuman penghapusan
time out

D. Teori Belajar Sosial (Tokoh: Bandura)
Mempelajari tingkah laku baru dapat dilakukan melalui modeling langsung maupun tidak langsung serta melalui regulasi diri sendiri.
Modeling adalah peniruan tingkah laku orang lain .
Pengalaman vicarious adalah belajar dari kegaalan atau sukses orang lain secara tidak langsung.
Self regulator adalah cara belajar dengan melalui observasi tingkah laku sendiri, menilainya sesuai ukuran yang ditetapkan sendiri dan memberi penguatan dan hukuman sendiri.
Belajar observasional baik langsung maupun tidak langsung melalui 4 fase, yaitu :
1. menaruh perhatian
2. mengingat tingkah laku model
3. memproduksi tingkah laku
4. termotivasi untuk mengulangi tingkah laku

2. Konsep belajar menurut Psikologi Kognitif, khususnya pandangan Konstruktivisme:
Konstruktivisme adalah suatu pendekatan yang berkeyakinan bahwa orang secara aktif membangun atau membuat pengetahuan sendiri dan realitas ditentukan oleh pengalaman orang itu sendiri pula. Dengan kata lain manusia tidak kenal obyektif, kenyataan yang benar merupakan bagian dari interpretasi mereka sendiri tentang hal itu karena semua pengetahuan disaring dan diinterpretasi berdasarkan pengalaman yang lampau dan apa yang telah diketahui.

Konsep dasar belajar menurut psikologi kognitif meliputi :
a. Schemata
b. Pendekatan utama belajar
c. Kontruktivisme
Belajar adalah perubahan proses mental internal yang digunakan dalam usaha membuat dunia ini dapat dimengerti.
Perubahan dalam struktur mental seseorang yang menyediakan kapasitas bagi terwujudnya perubahan dalam tingkah laku.
Teori kognitif menekankan pentingnya proses mental seperti berpikir dan memusatkan pada apa yang terjadi pada pelajar.

Penerapan konstruktivisme dalam kelas
1) Dalam pembelajaran guru bertindak sebagai fasilitator dalam perolehan pengetahuan dan pembimbing atau narasumber yang tujuannya untuk menstruktur lingkungan belajar untuk membantu setiap siswa memahami informasi.
2) Belajar menjadi bersifat perorangan karena mempertimbangkan setiap pengetahuan awal siswa, minat, level kognitif dan keterampilan.
3) Peran guru adalah mengontrol apa dan bagaimana siswa belajar .
Guru harus mampu merespon terhadap kebutuhan individu siswa.
4) Guru berperan sebagi teman siswa dalam mengeksplorasi dan belajar bersama-sama siswa menghadapi masalah nyata dan menantang dimana guru belum siap menjawabnya.
5) Siswa berperan lebih aktif dalam pembelajaran dan mengarahkan dirinya sendiri, bertanggungjawab terhadap belajarnya sendiri dan memilih apa yang akan ia pelajari.
6) Penilaian hasil belajar berlangsung kurang formal.
Guru menilai proyek dan atau mempresentasikan produk siswa.

3. Strategi pembelajaran :
Strategi pembelajaran merupakan pemilihan upaya pembelajaran yang akan memberi peluang tercapainya tujuan pembelajaran yang optimal , baik dari segi hasil belajar, hasil kerja ( produk), maupun proses belajar.

4. Perbedaan antara strategi pembelajaran dengan pendekatan, model, metode, dan teknik pembelajaran.
a. Strategi Pembelajaran
adalah cara yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
b. Pendekatan Pembelajaran
adalah cara umum dalam memandang permasalahan atau objek kajian dalam pembelajaran
c. Model pembelajaran
adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu yang berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran.
d. Metode Pembelajaran
merupakan cara yang teratur dan terpikir baik untuk mencapai maksud tertentu dalam pembelajaran.
e. Teknik
Adalah ragam khas penerapan suatu metode tertentu seperti kemampuan dan kebiasaan guru , ketersediaan peralatan , kesiapan siswa dan sebagainya.

Contoh dalam pembelajaran:

Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : V/2
Pokok Bahasan : Cahaya dan Sifat-sifatnya

a. Strategi : Heuristik
Siswa aktif dalam mengembangkan kemampuan intelektual, berpikir kritis dan memecahkan masalah.
b. Pendekatan : CBSA
Siswa aktif dalam pembelajaran, guru sebagai fasilitator
c. Metode : Percobaan, diskusi/Pecahan masalah, Tanya-jawab.
Siswa melakukan percobaan dan berdiskusi untuk membuat kesimpulan dari hasil percobaan. Guru memberikan pertanyaan pengarah untuk mengarahkan kesimpulan yang dibuat siswa.
d. Model : Percobaan/Penelitian
Siswa melakukan percobaan tentang sifat sifat cahaya dengan menggunakan KIT IPA.
e. Teknik : menantang
Guru bercerita dan memberikan pertanyaan yang menantang siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran.

Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum SD

1. Pengertian dan Hakikat Kurikulum :
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Jadi, kurikulum bukan hanya dokumen yang berisi tujuan dan garis bersar program pengajaran akan tetapi akan berarti setelah diterjamahkan secara relevan dalam bentuk proses belajar mengajar sebagai bentuk operasional system kurikulum.

2. Rasional mengapa kurikulum pendidikan harus ada :
Kurikulum merupakan komponen yang sangat penting bagi berlangsungnya pendidikan. Kurikulum memuat komponen-komponen seperti tujuan, isi, struktur program, organisasi dan proses belajar mengajar. Oleh karenanya kurikulum pendidikan harus ada. Pendidikan sebagai sebuah proses tentunya memiliki tujuan, seperti dalam UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003 bahwa tujuan pendidikan di Indonesia adalah “mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, beraklah mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Nah, untuk dapat mewujudkan tersebut perlu disusun kurikulum sebagai pedoman untuk mencapai tujuan baik di tingkat pra sekolah, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Tanpa adanya kurikulum maka pendidikan akan morat-marit, tidak tahu kemana arah tujuan yang akan dicapai. Akan tetapi dengan adanya kurikulum akan mempermudah untuk melaksanakan dan mengimplemantasikan kurikulum dalam kegiatan belajar mengajar.
Kurikulum akan sangat bermanfaat bagi kepala sekolah untuk dapat mengembangkan sekolah, kemuadia guru untuk memperlancar kagiatan belajar mengajar di kelas, penulis buku ajar dalam menyusun buku sehingga sesuai dengan kurikulum serta masyarakat sebagai pengguna output dari kurikulum.

3. Yang berhak untuk mengubah dan menyusun kurikulum :
Selama ini kurikulum disusun oleh pakar-pakar pendidikan yang berada di tingkat pusat. Dari kurikulum tersebut kemudian diterapkan di seluruh jenjang pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Sekarang ini kurikulum yang berlaku adalah kurikulum KTSP yang disusun disetiap tingkat satuan pendidikan. Jadi yang berhak mengubah dan menyusun kurikulum adalah guru dan kepala sekolah yang merupakan actor yang mengerti bagaimana kondisi real peserta didiknya. Kurikulum diubah sesuai dengan kebutuhan peserta didiknya sehingga dapat meningkatkan potensi, kemampuan, bakat, minat peserta didik serta dapat melestarikan kebudayaan dan nilai-nilai moral serta budaya yang ada di masyarakat. Dalam penyusuan kurikulum ini melibatkan berbagai pihak selain guru yaitu kepala sekolah, komite sekolah dan masyarakat sehingga kurikulum benar-benar dapat menjadi jembatan bagi tercapainya tujuan sekolah yang telah dirumuskan.

4. Azas yang diperhatikan dalam pengembangan kurikulum :

a) Azas Filosofi
Azas filosofi merupakan azas yang berkaitan dengan pandangan ke depan “What man can become?”akan menjadi apa seseorang di masa depan. Pengembangan kurikulum harus melihat ke depan, akan dijadikan seperti apa anak-anak kelak, sehingga dalam langkah pengembangan kurikulum lebih terarah dan dapat mencapai tujuan seperti yang telah dirumuskan. Azas ini tentunya memperhatikan bagaimana perkembangan yang terjadi di masyarakat secara global sehingga lulusan yang dihasilakan dapat diterima oleh masyarakat sebagai pengguna output. Rendahnya moralitas sekarang ini merupakan satu contoh kegagalan kurikulum yang diterapkan, karena kurangnya perhatian terhadap aspek moral yang dikembangkan masih berorientasi pada pencapaian hasil belajar semata yaitu nilai ujian yang tinggi.

b) Asas Sosiologi
Azas sosiologi berkaitan dengan nilai-nilai yang ada di lingkungan masyarakat sekitar, karena sekolah merupakan bagian dari masyarakat sehingga dalam pengembangan kurikulumnya harus memperhatikan nilai-nilai yang ada di masyarakat secara luas. Dari hasil dan proses pendidikan formal akan dihasilakan output yang sadar dan paham akan nilai-nilai yang ada di masyarakat sehingga nantinya dapat menjadi “ agent of social change (agen perubah nilai-nilai sosial tentunya ke arah yang lebih baik)” dan “conservation of value (mengkonservasi nilai-nilai menuju pada suatu tatanan masyarakat sosial yang harmonis dan lebih baik)”.

c) Azas Psikologi
Bahwa dalam pengembangan kurikulu harus memperhatikan aspek perkembangan peserta didik yaitu psikis, fisik, dan belajar peserta didik sehingga benar-benar akan dapat menjadikan peserta didik berkembang secara optimal sesuai dengan bakat dan minat. Hal ini berkaitan dengan “how to teach” bagaimana guru mengajar berkaiatan dengan rancangan pembelajaran yang disusun, metode, dan media pembelajaran agar sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik.
d) Azas Organisatoris
Azas organisatoris mengacu pada organisasi kurikulum.
e) Azas Yuridis
Bahwa dalam Negara hukum untuk dapat melaksanakan kurikulum perlu adanya payung hukum sebagai asas legalitas dan keabsahan kurikulum. Contoh UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003.

5. Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan kurikulum adalah :
a) Prinsip Relevansi
Prinsip relevansi adalah kedekatan hubungan. Apabila dikaitkan denganpendidikan dengan masyarakat maka harus memilki keterkaitan yang erat sehingga hasil pendidikan yang diperoleh akan berguna bagi kehidupan peserta didik di masyarakat.
Prinsip relevansi menurut Soetopo & Soemanto bahwa relevansi kurikulum :
Pertama : relevansi pendidikan dengan lingkungan anak didik. Hal ini berkaitan dengan isi atau muatan kurikulum seperti bahan pengajaran hendaknya disesuaikan dengan kehidupan anak didik.
Kedua : relevansi pendidikan dengan kehidupan yang akan dating. Materi atau bahan yang diajarkan akan bermanfaat bagi kehidupan anak didik di masa yang akan datang.
Ketiga : relevansi dunia pendidikan dengan dunia kerja. Kurilukum diakitkan dengan dunia kerja.
Keempat : Relevansi pendidikan dengan ilmu pengetahuan. Kurikulum mampu memberikan peluang dan kesmpatan kepada anak didik untuk dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
b) Prinsip Fleksibilitas
Artinya bahwa kurikulum yang dikembangkan harus memilki ruang gerak yang memberikan kebebasan dalam bertindak. Dalam hal ini berkaitan dengan fleksibilitas dalam memilih program pendidikan dan fleksibilitas dalam pengembangan program pembelajaran.
c) Prinsip Efisiensi
Prinsip efisiensi terkait dengan usaha, biaya, waktu, dan tenaga yang digunakan dalam proses pembelajaran dapat membuahkan proses dan hasil belajar yang optimal. Jadi dalam pengembangan kurikulum harus efisien, sehingga seperti yang terjadi di pendidikan kita dengan berubah-ubahnya kurikulum malah justru semakin membingungkan pelaksana pendidikan yaitu guru.
d) Prinsip efektivitas
Prinsip efektivitas adalah sejauh mana perencanaan kurikulum dapat dicapai sesuai dengan keinginan yang telah ditentukan. Efektivitas kurikulum berkaitan dengan proses mengajar pendidik, dan proses belajar peserta didik.
e) Prinsip Kesinambungan
Prinsip kesinambungan dalam pengembangan kurikulum menunjukkan adanya keterkaitan antara tingkat pendidikan, jenis dan program pendidikan, serta bidang studi. Pertama kesinambungan di antara berbagai tingkat sekolah yang menyangkut bahan pelajaran yang diperlukan untuk belajar lebih lanjut pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi sudah diajarkan pada tingkat pendidikan sebelumnya, dan bahan pelajaran yang sudah diajarkan pada tingkat yang lebih rendah tidak diajarkan lagi pada tingkat yang lebih tinggi, sehingga tidak terjadi tumpang tindih bahan pelajaran. Kedua, kesinambungan diantara berbagai bidang studi yang berkaitan dengan hubungan antara bidang studi yang satu dengan yang lain.
f) Prinsip berorientasi tujuan
Bahwa langkah awal sebelum memilih dan mengembangkan komponen-komponen kurikulum aialah menetapkan tujuan. Kemudian komponen kurikulum lainnya dipilih dan dikembangkan dalam rangka mencapai tujuan tersebut.

6. Kurikulum dipandang sebagai tujuan, sebagai kesempatan belajar yang terencana, sebagai mata pelajaran/ mata kuliah, dan kurikulum sebagai pengalaman :
a. Kurikulum dipandang sebagai tujuan mengacu pada tujuan sebuah institusi pendidikan yang akan di capai. Hal ini berkaitan dengan lulusan atau output yang akan dcetak oleh sebuah lembaga pendidikan. Contohnya sekolah-sekolah kejuruan akan mendisain kurikulumnya agar dapat menguasi keterampilan dan pengetahuan sehingga siap memasuki dunia kerja.
b. Kurikulum yang dipandang sebagai kesempatan belajar yang terencana dapat pula diartikan sebagai penyediaan lingkungan belajar di mana peserta didik dapat memahami seperangkat makna dari lingkungan tersebut. Hal ini ditandai dengan proses belajar mengajar yang terjadi lingkungan sekolah maupun di kelas.
c. Kurikulum sebagai mata pelajaran, masih diikuti sampai saat ini baik di jenjang pendidikan dasar dan menengah maupun di perguruan tinggi.
d. Kurikulum sebagai pengalaman memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik baik pengetahuan, keterampilan dan seperangkat kompetensi siswa yang harus dikuasai melaui pengalaman belajar baik ditingkat pendidikan dasar, menengah dan perguruan tinggi.

7. Untuk siapakah kurikulum dan digunakan untuk apa ?
Kurikulum sangat penting bagi pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran di sekolah diantaranya yaitu : guru, kepala sekolah, masyarakat, dan penulis buku ajar.
1) Bagi Guru
Sebelum guru mengajar, guru haruslah memahami kurikulum, sehingga kemudian guru dapat mencari dan mengambangkan berbagai sumbar bahan yang relevan untuk membuat silabus pengajaran. Sehingga pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan kurikulum dan dapat mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan.
2) Bagi Kepala Sekolah
Kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam rangka menjalankan program-program sekolah dan memajukan sekolahnya. Oleh karenanya seorang kepala sekolah harus tahu tujuan yang akan dicapai oleh sekolah (visi dan misi sekolah). Kemudian langkah selanjtnya adalah memahami kurikulum yang dipakai, apalagi sekarang berlaku kurikulum satuan pendidikan (KTSP) di mana setiap sekolah harus memilki kurikulum sendiri sesuai dengan tujuan yang akan dicapai oleh sekolah. Tentunya kurikulum yang disusun sesuai dengan kurikumu tingkat pusat dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan sekolah. Adapun tugas kepala sekolah selanjutnya adalah melakukan supervisi kurikulum dengan memberikan bantuan, bimbingan pengarahan, motivasi, nasihat dan pengarahan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam proses belajar mengajar yang pada gilirannya dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa.
3) Bagi masyarakat
Kurikulum adalah alat produsen dalam hal ini adalah sekolah, sedangkan masyarakat adalah konsumennya. Sehingga kurikulum harus mengikuti perkembangan dan perubahan yang terjadi di masyarakat, agar dapat memenuhi tuntutan yang berkembang dalam masyarakat.
4) Bagi Penulis buku
Penulis buku menulis buku berdasarkan kurikulum yang brelaku, sehingga dapat menunjang proses pembelajaran. Dengan mengkaji kurikulum kemudian menjabarkan berbagai pokok dan sub pokok bahasan pada setiap mata pelajaran.

8. Cara mengukur tingkat efektifitas kurikulum yang sedang diterapkan:
Kurikulum dikatakan efektif jika dapat berinteraksi secara tepat dengan kompetensi guru. Interaksi ini mampu memfasilitasi kinerja guru, membantu siswa dalam mengukur pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhannya dan memproduksi outcome pendidikan yang diharapkan. Efektivitas kurikulum sulit diukur namun dapat dilihat melalui berbagai aspek diantaranya adalah :
a. Guru dapat melaksankan pembelajaran dengan baik berkaiatan dengan keberhasilan guru dalam mengajar
b. Prestasi dan hasil belajar siswa yang meningkat
c. Output atau lulusan dari berbagai tingkat atau jenjang pendidikan yang dapat segera mengimplemantasikan pengetahuan dan keterampilan yang sudah didapatkan. Contoh realnya lulusan SMK yang tersalurkan ke duania kerja secara langsung sehingga mengurangi pengangguran. Lulusan perguruan tinggi yang segera dapat mengamalkan ilmunya sesuai dengan bidangnya masing-masing di dunia kerja. Ketidak efektivan kurikulum terutama di perguruan tinggi justru malah akan semakin menyebabkan banyaknya pengangguran yang intelektual.
d. Perubahan nilai-nilai yang ada di masyarakat tentunya kearah yang lebih baik. Contohnya perilaku anak yang berakhlak baik merupakan satu bentuk hasil kurikulum yang mengembangkan kepribadian anak.

RUBRIK PENILAIAN ALTERNATIF
MATA KULIAH STRATEGI PENGEMBANGAN KURIKULUM SD

No Jenis pernyataan STS TS S SS
1. Menurut pendapat saya kurikulum tidak perlu karena setiap guru yang sedang mengajar pasti sudah punya rencana pengajaran

2. Mestinya kurikulum tidak perlu berubah biar tidak membingungkan para guru di sekolah

3. Dalam pendidikan, anak hakekatnya harus diperlakukan sebagai orang dewasa yang masih kecil

4. Tidak ada hubungannya antara kurikulum dengan dunia pendidikan

5. Pendidikan hendaknya lebih berpusat pada masalah social dan pribadi, bukan hanya kepada pelajaran atau disiplin ilmu

6. Menurut pendapat saya penekanan evaluasi hendaknya kepada proses bukan hanya menekankan hasil

7. Pendidikan mestinya mempersiapkan kebutuhan anak pada masa sekarang bukan pada masa yang akan datang

8. Kurikulum adalah salah satu cara untuk melestarikan kebudayaan

9. Semua anak harus mengikuti pelajaran yang sama dan tidak perlu memilih pelajaran sesuai dengan minat biar mudah untuk mengajarnya

10 Agar Negara kita menjadi Negara yang maju maka dalam menyusun kurikulum hendaknya persis dengan Negara-negara yang telah maju

Profesi Keguruan

arditeach (Ki Singo)

Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan/menuntut keahlian (expertise), menggunakan teknik-teknik ilmiah, serta dedikasi yang tinggi. Keahlian diperoleh dari lembaga pendidikan yang khusus diperuntukkan untuk itu dengan kurikulum yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ciri-ciri profesi, yaitu adanya:

  1. standar unjuk kerja;
  2. lembaga pendidikan khusus untuk menghasilkan pelaku profesi tersebut dengan standar kualitas akademik yang bertanggung jawab;
  3. organisasi profesi;
  4. etika dan kode etik profesi;
  5. sistem imbalan;
  6. pengakuan masyarakat.

Profesi Keguruan

Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semiprofesional, namun sebenarnya lebih dari itu. Hal ini dimungkinkan karena jabatan guru hanya dapat diperoleh pada lembaga pendidikan yang lulusannya menyiapkan tenaga guru, adanya organisasi profesi, kode etik dan ada aturan tentang jabatan fungsional guru (SK Menpan No. 26/1989).

Usaha profesionalisasi merupakan hal yang tidak perlu ditawar-tawar lagi karena uniknya profesi guru. Profesi guru harus memiliki berbagai kompetensi seperti kompetensi profesional, personal dan sosial.


Ciri-ciri Profesi Keguruan

Ciri-ciri jabatan guru adalah sebagai berikut.

  1. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual.
  2. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
  3. Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka).
  4. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
  5. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen.
  6. Jabatan yang menentukan baku (standarnya) sendiri.
  7. Jabatan yang lebih mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.
  8. Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.


Latar Belakang Profesi Keguruan

Jabatan guru dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan tenaga guru. Kebutuhan ini meningkat dengan adanya lembaga pendidikan yang menghasilkan calon guru untuk menghasilkan guru yang profesional. Pada masa sekarang ini LPTK menjadi satu-satunya lembaga yang menghasilkan guru. Walaupun jabatan profesi guru belum dikatakan penuh, namun kondisi ini semakin membaik dengan peningkatan penghasilan guru, pengakuan profesi guru, organisasi profesi yang semakin baik, dan lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga guru sehingga ada sertifikasi guru melalui Akta Mengajar. Organisasi profesi berfungsi untuk menyatukan gerak langkah anggota profesi dan untuk meningkatkan profesionalitas para anggotanya. Setelah PGRI yang menjadi satu-satunya organisasi profesi guru di Indonesia, kemudian berkembang pula organisasi guru sejenis (MGMP).


Ruang Lingkup Profesi Keguruan

Ruang lingkup layanan guru dalam melaksanakan profesinya, yaitu terdiri atas (1) layanan administrasi pendidikan; (2) layanan instruksional; dan (3) layanan bantuan, yang ketiganya berupaya untuk meningkatkan perkembangan siswa secara optimal.

Ruang lingkup profesi guru dapat pula dibagi ke dalam dua gugus yaitu gugus pengetahuan dan penguasaan teknik dasar profesional dan gugus kemampuan profesional.

Kompetensi Kepribadian

Kompetensi kepribadian merupakan sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan pribadi dengan segala karakteristik yang mendukung terhadap pelaksanaan tugas guru.
Beberapa kompetensi kepribadian guru antara lain sebagai berikut.

  1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
  2. Percaya kepada diri sendiri.
  3. Tenggang rasa dan toleran.
  4. Bersikap terbuka dan demokratis.
  5. Sabar dalam menjalani profesi keguruannya.
  6. Mengembangkan diri bagi kemajuan profesinya.
  7. Memahami tujuan pendidikan.
  8. Mampu menjalin hubungan insani.
  9. Memahami kelebihan dan kekurangan diri.

10.  Kreatif dan inovatif dalam berkarya.


Kompetensi Sosial Guru

Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Peran yang dibawa guru dalam masyarakat berbeda dengan profesi lain. Oleh karena itu, perhatian yang diberikan masyarakat terhadap guru pun berbeda dan ada kekhususan terutama adanya tuntutan untuk menjadi pelopor pembangunan di daerah tempat guru tinggal.

Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru, antara lain berikut ini.

  1. Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua Peserta didik.
  2. Bersikap simpatik.
  3. Dapat bekerja sama dengan BP3.
  4. Pandai bergaul dengan Kawan sekerja dan Mitra Pendidikan.
  5. Memahami Dunia sekitarnya (Lingkungan).


Komponen-komponen Kompetensi Profesional

Kompetensi Profesional guru adalah sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan profesi yang menuntut berbagai keahlian di bidang pendidikan atau keguruan. Kompetensi profesional merupakan kemampuan dasar guru dalam pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku manusia, bidang studi yang dibinanya, sikap yang tepat tentang lingkungan PBM dan mempunyai keterampilan dalam teknik mengajar.

Beberapa komponen kompetensi profesional guru adalah berikut ini.

  1. Penguasaan Bahan Pelajaran Beserta konsep-konsep.
  2. Pengelolaan program belajar-mengajar.
  3. Pengelolaan kelas.
  4. Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar.
  5. Penguasaan landasan-landasan kependidikan.
  6. Kemampuan menilai prestasi belajar-mengajar.
  7. Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah.
  8. Menguasai metode berpikir.
  9. Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi profesional.

10.  Memberikan bantuan dan bimbingan kepada peserta didik.

11.  Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan.

12.  Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran.

13.  Mampu memahami karakteristik peserta didik.

14.  Mampu menyelenggarakan Administrasi Sekolah.

15.  Memiliki wawasan tentang inovasi pendidikan.

16.  Berani mengambil keputusan.

17.  Memahami kurikulum dan perkembangannya.

18.  Mampu bekerja berencana dan terprogram.

19.  Mampu menggunakan waktu secara tepat.


Hubungan antara Penguasaan Materi dan Kemampuan Mengajar

Penguasaan Materi menjadi landasan pokok seorang guru untuk memiliki kemampuan mengajar. Penguasaan materi seorang guru dilakukan dengan cara membaca buku-bulu pelajaran. Kemampuan penguasaan materi mempunyai kaitan yang erat dengan kemampuan mengajar guru, semakin dalam penguasaan seorang guru dalam materi/bahan ajar maka dalam mengajar akan lebih berhasil jika ditopang oleh kemampuannya dalam menggunakan metode mengajar.

Penguasaan bahan ajar dapat diawali dengan mengetahui isi materi dan cara melakukan pendekatan terhadap materi ajar.

Guru yang menguasai bahan ajar akan lebih yakin di dalam mengajarkan materi, senantiasa kreatif dan inovatif dalam metode penyampaiannya.


Keputusan Situasional dan Transaksional

Keputusan situasional menyangkut keputusan tentang apa dan bagaimana pengajaran akan diwujudkan berdasarkan analisis situasi (tujuan yang ingin dicapai, bahan yang akan disampaikan, waktu serta fasilitas yang tersedia dan perilaku bawaan siswa).

Keputusan situasional diambil guru ketika menyusun persiapan tertulis dalam bentuk satuan pelajaran (satpel).

Keputusan transaksional merupakan penyesuaian yang dilakukan oleh guru yang berkaitan dengan pelaksanaan dari keputusan situasional berdasarkan balikan yang diperoleh guru dari interaksinya dengan siswa maupun dari interaksi antar siswa dalam PBM yang sedang berlangsung.

Keputusan transaksional diambil karena adanya perubahan situasi dan kondisi yang berkembang dalam melaksanakan PBM.

Peran Guru dalam Pengembangan Rancangan Pembelajaran

Proses pembelajaran merupakan proses inkuiri dan reflektif, yang menekankan pentingnya pengalaman dan penghayatan guru terhadap proses itu. Rancangan pembelajaran harus dikembangkan atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang berorientasi kepada perkembangan siswa. Perkembangan adalah tujuan pembelajaran. Rancangan pembelajaran baik rancangan jangka pendek maupun jangka panjang mencakup komponen-komponen: (a) Analisis kurikulum, (b) tujuan instruksional, (c) rencana kegiatan, (d) rencana evaluasi.


Peran Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran dan Manajemen Kelas

  1. Pembelajaran yang efektif terwujud dalam perubahan perilaku peserta didik baik sebagai dampak instruksional maupun dampak pengiring. Proses pembelajaran berlangsung dalam suatu adegan yang perlu ditata dan dikelola menjadi suatu lingkungan atau kondisi belajar yang kondusif.
  2. Pendekatan pluralistik dalam manajemen kelas memadukan berbagai pendekatan, dan memandang manajemen kelas sebagai seperangkat kegiatan untuk mengembangkan dan memelihara lingkungan belajar yang efektif.
  3. Masalah pengajaran dan manajemen kelas adalah dua hal yang dapat dibedakan tetapi sulit dipisahkan. Keduanya saling terkait; manajemen kelas merupakan prasyarat bagi berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif.
  4. Lingkungan belajar dikembangkan dan dipelihara dengan memperhatikan faktor keragaman dan perkembangan peserta didik. Manajemen kelas dikembangkan melalui tahap-tahap: perumusan kondisi ideal, analisis kesenjangan, pemilihan strategi, dan penilaian efektivitas strategi.
  5. Penataan lingkungan fisik kelas merupakan unsur penting dalam manajemen kelas karena memberikan pengaruh kepada perilaku guru dan peserta didik


Peran Guru dalam Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi adalah proses memperoleh informasi untuk membentuk judgment dalam pengambilan keputusan. Informasi yang diperlukan untuk kepentingan evaluasi dijaring dengan teknik-teknik inkuiri, observasi, analisis, tes. Pemilihan teknik yang digunakan didasarkan atas jenis informasi yang harus diungkap sehingga dalam suatu evaluasi bisa digunakan berbagai teknik sekaligus. Pengolahan hasil pengukuran atas hasil belajar dimaksudkan untuk mengevaluasi proses dan hasil belajar


Peran Guru dalam Memahami Perkembangan Siswa sebagai Dasar Pembelajaran

Selagi pembelajaran merupakan proses pengembangan pribadi siswa maka perkembangan siswa harus menjadi dasar bagi pembelajaran. Aspek-aspek perkembangan siswa yang mencakup perkembangan fisik dan motorik, kognitif, pribadi, dan sosial mempunyai implikasi penting bagi proses pembelajaran. Implikasi itu menyangkut pengembangan isi dan strategi pembelajaran, dan kerja sama sekolah dengan orang tua.

Pengertian dan Tujuan Bimbingan dan Konseling

  1. Bimbingan dapat diartikan sebagai “proses membantu individu untuk mencapai perkembangan optimal”.
  2. Konseling diartikan sebagai “proses membantu individu (klien) secara perorangan dalam situasi hubungan tatap muka, dalam rangka mengembangkan diri atau memecahkan masalah yang dihadapinya”.
  3. Konseling merupakan salah satu jenis layanan bimbingan, yang dipandang inti dari keseluruhan layanan bimbingan.
  4. Bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu individu atau peserta didik agar dapat mengembangkan kepribadiannya secara optimal, baik menyangkut aspek fisik, intelektual, emosional, sosial maupun moral-spiritual.


Fungsi, Asas, dan Prinsip Bimbingan

  1. Sebagai proses pemberian bantuan kepada individu (siswa), bimbingan berfungsi sebagai upaya (a) pemahaman,(b) pencegahan, (c) pengembangan, dan (d) perbaikan.
  2. Bimbingan diselenggarakan berdasarkan prinsip-prinsip (a) individu atau peserta didik sedang berada dalam proses berkembang, (b) sasaran bimbingan adalah semua peserta didik, (c) mempedulikan semua aspek perkembangan, (d) kemampuan peserta didik merupakan dasar bagi penentuan pilihan, (e) bimbingan merupakan bagian terpadu pendidikan, dan (f) bantuan yang diberikan sebagai upaya mengembangkan kemampuan peserta didik merealisasikan dirinya.
  3. Penyelenggaraan bimbingan yang profesional harus mempedulikan asas-asas, seperti kerahasiaan, keterbukaan, keahlian, kedinamisan, dan tut wuri handayani.

Bidang dan Jenis-jenis Layanan Bimbingan

  1. Penyelenggaraan bimbingan itu, meliputi bidang-bidang pribadi, sosial, akademik, dan karier.
  2. Jenis-jenis layanan bimbingan, meliputi orientasi, informasi, pembelajaran, bimbingan kelompok, penempatan dan penyaluran, konseling perorangan, dan konseling kelompok

Hubungan Bimbingan dengan Pendidikan

Pendidikan akan terselenggara dengan baik, apabila ditunjang oleh komponen-komponennya yang meliputi bidang kepemimpinan atau administrasi, pengajaran, dan layanan pribadi siswa atau bimbingan. Melalui bimbingan, proses pendidikan dapat memfasilitasi berkembangnya aspek-aspek atau karakteristik pribadi siswa secara optimal.

Peran Kepembimbingan Guru dalam Pembelajaran di Sekolah

Sesuai dengan sifat dan karakteristik perkembangan anak sekolah, bimbingan dan konseling di sekolah lebih efektif menjadi bagian terpadu dari tugas guru BP. Bimbingan di sekolah dilaksanakan secara terpadu dalam proses pembelajaran, kecuali hal-hal yang memerlukan penanganan khusus.

Dalam proses pembelajaran di sekolah guru perlu menampilkan peran kepemimpinan dengan jalan menciptakan iklim atau suasana pembelajaran yang bermuatan/bernuansa bimbingan. Dalam proses pembelajaran itu guru berperan tidak hanya sebatas menyampaikan bahan ajar, tetapi sekaligus mengembangkan perilaku-perilaku efektif baik yang berkenaan dengan perilaku belajar, pribadi, sosial maupun karir.

Membantu Siswa Bermasalah

Masalah yang dihadapi siswa dapat dibedakan ke dalam masalah belajar dan masalah bukan belajar. Akan tetapi biasanya masalah tersebut bermuara menjadi kesulitan belajar. Kesulitan belajar siswa dapat diidentifikasi dengan melakukan tes hasil belajar, tes kemampuan dasar, pengamatan kebiasaan belajar.

Faktor-faktor yang menimbulkan kesulitan belajar bisa digolongkan ke dalam faktor eksternal dan internal. Ada beberapa teknik membantu siswa yang kesulitan belajar, yaitu (1) pengajaran perbaikan, (2) pengayaan, (3) peningkatan motivasi belajar, (4) peningkatan keterampilan belajar, (5) pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif.


Pengembangan Program Bimbingan di Sekolah

Ada 4 komponen inti dalam program bimbingan, yaitu (1) Layanan dasar umum, (2) Layanan responsif, (3) Layanan perencanaan individual, dan (4) Pendukung sistem. Layanan dasar umum adalah layanan yang diarahkan untuk membantu seluruh murid mengembangkan perilaku-perilaku yang harus dikuasai untuk jangka panjang. Layanan responsif adalah layanan membantu murid mengatasi masalah atau mengembangkan perilaku yang menjadi kebutuhan pada saat ini dan harus segera dilayani. Layanan perencanaan individual diarahkan untuk membantu murid merencanakan pendidikan, karir dan pengembangan pribadi.

Mata Kuliah Pengembangan Bahan Pembelajaran

Mata Kuliah Pengembangan Bahan Pembelajaran

Alamat Email : arditeach@yahoo.co.id

  1. 1. Pengertian bahan/ media pembelajaran sederhana

Bahan/ media pembelajaran sederhana adalah segala benda-benda seperti gambar, media tiga dimensi, media dua dimensi, benda-benda kongkret dan sumber-sumber belajar yang ada di masyarakat yang dikembangkan dengan menggunakan teknologi sedrhana sehingga dapat dimanfaatkan untuk kelancaran proses pembelajaran dan mencapai tujuan/ kompetensi yang diharapkan. Bahan/ media pembelajaran sederhana tergolong murah dan tidak rumit karena memanfaatkan apa yang ada di lingkungan sekitar dengan pemanfaatan teknologi sederhana yang dirancang oleh guru sebagai penopang untuk mancapai pembelajaran yang berkualitas.

  1. 2. Bahan pembelajaran sederhana digolongkan menjadi 5

a)     Bahan pembelajaran dua dimensi

yaitu bahan yang memiliki dua ruang yaitu panjang dan lebar

contohnya : papan tulis

b)    Bahan pembelajaran tiga dimensi

adalah bahan pembelajaran yang memiliki ruang panjang, lebar dan tinggi sehingga dapat memberikan sesuatu perasan yang sesungguhnya.

Contohnya : specimen, model (tiruan), mock-ups, dan diorama

c)    Realita

adalah benda-benda nyata seperti apa adanya atau asli tanpa perubahan.

Contohnya : tumbuh-tumbuhan, hewan, buah-buahan dll (pada mata pelajaran IPA)

d)    Ritatoon

adalah merupakan gambar berseri yang dibingkai sedemikia rupa, sehingga tahapan-tahapan yang ditunjukkan pada gambar tersebut dapat dipresentasikan sebagai suatu proses kejadian.

e)     Rotatoon

adalah bahan pembelajaran yang dapat diputar, Jadi semacam pertunjukan yang dapat diputar.

  1. 3. Macam-macam bahan bahan pembelajaran

a) Bahan pembelajaran dua dimensi

yaitu bahan yang memiliki dua ruang yaitu panjang dan lebar

contohnya : papan tulis (chalkboard, papan bulletin, papan flannel, papan magnetic, papan listrik)

b) Bahan pembelajaran tiga dimensi

adalah bahan pembelajaran yang memiliki ruang panjang, lebar dan tinggi sehingga dapat memberikan sesuatu perasan yang sesungguhnya.

Contohnya : specimen (akuarium, terrarium, kebun binatang, kebun percontohan, insektarium, herbarium, dan teksidermi), model (tiruan), mock-ups, dan diorama

c) Realita

adalah benda-benda nyata seperti apa adanya atau asli tanpa perubahan.

Contohnya : tumbuh-tumbuhan, hewan, buah-buahan dll (pada mata pelajaran IPA)

d) Ritatoon

adalah merupakan gambar berseri yang dibingkai sedemikia rupa, sehingga tahapan-tahapan yang ditunjukkan pada gambar tersebut dapat dipresentasikan sebagai suatu proses kejadian.

e) Rotatoon

adalah bahan pembelajaran yang dapat diputar, Jadi semacam pertunjukan yang dapat diputar.

  1. 4. Papan tulis dapat dibedakan menjadi 5

a) Chalkboard

adalah papan permanen yang biasanya ada di kelas, warnanya ada hitam, hijau dan biru. Sekarang sudah berkembang menjadi whiteboard atau papan tulis putih yang menulisnya menggunakan spidol board marker. Agara menjadi bahan pembelajaran yang efektif maka perlu direncanakan penggunaanya. Chalkboard sangat membantu guru dalam menjelaskan materi pada proses pembelajaran.

b) Papan bulletin (bulletin board)

adalah alat yang terbuat dari gabus limolium, kain guni yang digunakan untuk memamerkan gagasan-gagasan tertentu, member rangasangan pada kondisi kelas, menciptakan kesiapan terutama untuk unit kerja baru, member jalan keluar bagi siswa berbakat, membangkitkan semangat kelas dan mengembangkan rasa memilki dan tanggung jawab di antara sesama siswa.

c) Papan flannel

Adalah merupakan papan yang dilapisi dengan kain flannel yang berguna untuk menyajikan pesan yang dapat ditempelkan pada kain tersebut. Biasanya digunakan di kelas rendah untuk mengajarkan kata, perbedaan warna dll.

d) Papan magnetic

Pada dasrnya mirip dengan chalkboard tetapi permukaan bagian belakngnya dilapisi dengan lembaran baja sehingga kain mengikat bahan yang ditempelkan.

e) Papan listrik

Papan listrik mmepunyai prinsip mencocokkan pertanyaan dengan jawaban yang ditandai dengan menyalakan lampu.

  1. 5. Bahan/ media pembelajaran 3 dimensi secara umum dapat dikategorikan menjadi 4 jenis, yaitu:

a) Specimen

adalah benda sebenarnya/ nyata yang digunakan dalam pembelajaran contohnya :

1)     Akuarium, yaitu tempat memlihara makhluk air.

2)     Terrarium, yaitu kotak tempat memelihara binatang melata.

3)     Kebun binatang.

4)     Kebun percontohan.

5)     Insektarium, yaitu tempat memelihara binatang serangga.

6)     Herbarium, yaitu tempat untuk tumbuhan obat yang dikoleksi.

7)     Teksidermi, yaitu kulit binatang yang dibentuk mengerupai binatang aslinya.

b) Model (tiruan)

Adalah merupakan bahan pembelajaran tiruan yang merupakan tiruan dari suatu objek yang berbentuk tiga dimensi, diciptakan sedemikian rupa sehingga bentuknya serupa dengan benda aslinya meskipun segi-segi yang lain tidak serupa. Yang menjadi bahan pertimbangan model tiruan adalah : ukuran, letak, waktu, kerumitan dan pemahaman tentang proses.

c) Mock-ups

Adalah alat tiruan yang mempresentasikan gerak atau fungsi dari bagian tertentu sebuah benda. Oleh karena itu biasanya hanya dibuat pada bagian-bagian benda yang dianggap penting saja untuk menyederhanakan penampilan.

d) Diorama

Adalah pemandangan tiga dimensi mini dari suatu objel, kejadian atau proses yang disusun atas berbagai symbol dan bahan-bahan nyata yang bertujuan untuk menggambarkan pemandangan yang sebenarnya.

  1. 6. Perbedaan antara bahan/ media pembelajaran specimen dan diorama :
Specimen Diorama
Merupakan benda sebenarnya/ benda nyata Merupakan benda tiruan yang berbentuk 3 dimensi
Sudah tersedia di lingkungan(contoh kebun percontohan) , atau hasil pabrik (contoh akuarium) Memanfaatkan kotak kardus, peti kayu tau kotak sepatu
Tidak dikembangkan oleh guru Dikembangkan oleh guru
Dikembangkan untuk mata pelajaran IPA tetapi dapat juga yang lainnya Untuk mata pelajaran IPS tetapi dapat juga yang lainnya
  1. 7. Persamaan dan Perbedaan antara bahan / media ritatoon dengan rotatoon:
  2. A. Persamaan :

Menampilakan pesan pembelajaran yang dikemas dalam gambar (dua dimensi) berseri

B. Perbedaan :

1)     Ritatoon : merupakan gambar berseri yang dibingkai, kemudian pada gambar-gambar tersebut dapat dipresentasikan sebagai suatu proses kejadian. Tempat gambar yang dibaingkai pada papan rel. Ritatoon tidak dapat diputar.

2)     Rotatoon :  menggunakna gambar berseri yang bersambungan dan di gulung pada tempat gulungan yang diletakkan pada bagian tepi kota. Presentasi gambar ditempatkan pada lobang yang menyerupai monitor pada televisi. Rotatoon dapat diputar.

  1. 8. Pengertian bahan/ Media pembelajaran grafis

Adalah bahan pembelajaran yang ditungkan ke dalam symbol-simbol visual yang menyangkut dengan indera penglihatan yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan.

  1. 9. Jenis dan media grafis yang biasa digunakan

a) Grafik

adalah merupakan gambar untuk memvisualisasikan pesan yang menunjukkan hubungan proporsional dan numeric yang memungkinkan siswa dapat memahami dengan tepat dan cepat pesan yang disajikan.

b) Bagan (chart)

adalah merupakan bahan yang berfungsi untuk memvisualisasikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan dalam bentuk lisan atau tulisan saja.

c) Diagram

adalah merupakan salah satu penyajian secara visual dengan menggunakan garis atau menggunkaan gambar geometris tertentu. Sketsa adalah suatu gambar yang sederhana yang melukiskan bagian-bagian pokoknya saja (tidak rinci) untuk mengurangi verbalisme dan memperjelas pesan yang disampaikan.

d) Poster

adalah suatu gambar yang cukup besar yang ditekankan pada penyampaian suatu ide pokok, yang umumnya bersifat simbolik dan dirancang untuk member pesan dengan cepat dan ringkas.

e) Gambar kartun

adalah suatu gambar interpretative yang menggunakan symbol-simbol dan kadang-kadang agak berlebihan untuk menyampaikan pesan atau sikap terhadap sesuatu, seseorang, situasi, atau kejadian tertentu.

f) Peta dan globe

adalah bahan pembelajaran yang berbentuk grafis yang disajikan dengan symbol-simbol, kata-kata, gambar dan garis yang dirancang untuk menunjukkan hubungan dan menyatakan data suatu lokasi.

  1. 10. Tahapan-tahapan dalam mengembangkan bahan/ media pembelajaran sederhana dan grafis
    1. 1. Penentuan kebutuhan belajar siswa

Kebutuhan belajar siswa adalah kesenjangan anatara kemampuan dan keterampulan yang dimiliki siswa dengan kemampuan dan keterampilan yang kita harapkan. Kebutuhan siswa harus dijadikan patokan bagi guru dalam menyusun bahan pembelajaran baik berupa materi maupun media yang akna dikembangkan untuk membantu proses pembelajaran. Sehingga bahan / media pembelajaran sesuai dengan taraf perkembangan siswa, lingkungan siswa, minat, bakat dan keinginan siswa sehingga pembelajaran yang berlangsung akan lebih menarik perhatian siswa dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

  1. 2. Perumusan Tujuan/ Kompetensi Pembelajaran

Tujuan pembelajaran merupakan hal penting yang harus dipahami oleh para guru sebelum mengembangkan bahan pembelajaran termasuk media sederhana, karena tujuan pembelajaran merupakan tolak ukur berhasil tidaknya proses

pembelajaran. Dengan tujuan yang jelas maka pengembangan bahan/ media pembelajaran akan sesuai sehingga kemudian akan mempermudah mencapai kompetensi pembelajaran yang diharapkan.

  1. 3. Pengembangan Materi

Penyampaian materi hanya secara verbal sangat tidak efektif untuk itu guru perlu memilih materi materi tertentu yang perlu dimediakan. Tentu saja materi yang dipilih ialah materi ialah materi yang dapat disajikan dengan lebih baik melalui media dari pada hanya melalui penjelasan lisan dari guru. Dengan media yang menarik, akan meningkatkan pula perhatian siswa pada penjelasan guru dalam pembelajaran. Selain itu factor lingkungan siswa juga sangat mempengaruhi, sehingga materi disesuaikan dengan media yang berada di lingkungan siswa(pembelajaran yang kontekstual).

  1. 4. Visualisasi Pesan Pembelajaran

Visualisasi adalah upaya untuk menyampaikan pesan pembelajaran melalui pengalaman melihat, hal ini didasarkan atas prinsip psikologis bahwa seseorang akan memperoleh kesan/pengertian yang mendalam dari sesuatu yang dilihatnya

daripada sesuatu yang hanya didengar. Namun perlu disadari bahwa tidak semua pesan pembelajaran yang akan dikembangkan dalam bahan pembelajaran sederhana dapat divisualkan secara nyata. Hal ini disebabkan adanya tingkat realisme isi pesan yang akan disampaikan Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam memvisualisasikan pesan,yaitu; tingkat perkembangan dan latar belakang budaya siswa. Anak SD masih berada pada usia operasional kongkret sehingga bahan/ media pembelajaran yang digunakan harusnya bersifat kongkret sehingga lebih mudah diterima oleh siswa.

  1. 5. Produksi

Dalam tahap produksi seorang guru sudah harus menentukan jenis bahan pembelajaran sederhana apa yang akan diproduksi baik dalam bentuk dua dimensi atau tiga dimensi. Hal ini memrlukan krestivitas guru yang tinggi, oleh karena itu seorang guru harus pandai mencari sumber bahan lain untuk menambah referensi. Sehingga media/ bahan yang dihasilkan akan dapat menarik siswa untuk belajar.

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.